Tak banyak yang mengetahui bahwa Kesultanan Banjar juga punya 10 titik Keraton. Uniknya, semua kediaman sultan yang terdeteksi peneliti sejarah ini tersebar di aliran sungai yang bermuara di Sungai Barito.
Hal tersebut terungkap dalam Kajian Biografi Sungai Barito, yang dilakukan Mansyur dan Alim Bahri di tahun 2024 lalu. Dalam penelitiannya, mereka fokus pada Pemetaan Keraton Kesultanan Banjar sejak tahun 1526 hingga 1861 Masehi.
Mansyur yang merupakan Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Banjarmasin ini menjelaskan dalam penelitiannya, ia bersama Alim Bahri setidaknya mendeteksi 10 titik Keraton Banjar.
Pertama adalah Keraton Kuin yang beroperasi pada periode tahun 1526-1622. Berlokasi di Kampung Keraton, Kelurahan Kuin Selatan, Jalan Kapten Pierre Tendean (Jalan Sungai Mesa), Kelurahan Gadang, Kecamatan Banjarmasin Tengah.
Kedua, Keraton Pamakuan pada periode tahun 1622-1632. Lokasinya ada di Desa Pamakuan (Pemakuan), Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar.
Ketiga, Keraton Muara Tambangan yang ada pada periode tahun 1642-1642 di Jalan Martapura Lama, Desa Telok Selong Ulu, Kecamatan Martapura Baru,
Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.
Keempat, Keraton Batang Banyu yang berlokasi di Desa Tangkas (Sungai Batang Tangkas),
Kecamatan Martapura Barat, Kabupaten
Banjar. “Keraton Batang Banyu ini diperkirakan mulai ada pada tahun 1642. Namun belum diketahui pasti sampai periode berapa,” ujar Mansyur.
Kelima adalah Keraton Martapura Lama (Sungai Kitano) yang ada pada tahun 1652. Lokasinya ada di Desa Sungai Kitano, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar.
Keenam, kata Mansyur, mungkin sudah banyak diketahui oleh masyarakat Banjar yakni Keraton Sungai Pangeran (Banjarmasin) yang ada dari tahun 1663-1679. “Lokasinya di Kelurahan Pangeran, Kecamatan Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin,” rincinya.
Ketujuh adalah Keraton Kayutangi (Martapura). Ini merupakan keraton yang berdasarkan catatan sejarah sebagai tempat tinggal Kesultanan Banjar di wilayah Martapura.
“Letaknya diperkirakan ada di Kelurahan Keraton, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar. Dipakai selama periode tahun 1663-1679,” jelas Mansyur.
Selain itu, juga ada Keraton Karang Intan yang digunakan pada periode tahun 1801-1825. Keraton ke delapan ini berada di Desa Lihung, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar.
Selanjutnya adalah Keraton Bumi Kencana. Keraton kesembilan ini diperkirakan dipakai dari tahun 1771-1860. Lokasinya ada di tepi Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar.
Terakhir adalah Keraton Sungai Mesa yang dipakai pada periode tahun 1857-1860.
“Untuk titik lokasinya Sungai Mesa, Jalan Kapten Pierre Tendean - Jalan Sungai Mesa, Kelurahan Gadang, Kecamatan Banjarmasin Tengah,” jelas Mansyur.
Editor : Eddy Harianto
Editor : Muhammad Rizky