Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Rantauan Kuliling Ilir, Kampung Cina Awal di Banjarmasin Sebelum Abad 20

Maulana Radar Banjarmasin • Rabu, 16 April 2025 | 06:36 WIB
SUNGAI: Permukiman warga Banjarmasin tempo dulu.
SUNGAI: Permukiman warga Banjarmasin tempo dulu.

Tahulah Pian, ada tiga kampung Cina awal yang berdiri di Banjarmasin sebelum abad ke-20. Berdasarkan Riset Dana Listiana (2011) tentang Kampung Cina Banjar di Banjarmasin adalah Pacinan, Pasar Baru, dan Kampung Rantauan Kuliling Ilir.

Di tiga wilayah ini kegiatan ekonomi begitu terlihat. Ini karena ada gudang atau kantor dagang yang berderet di sepanjang pinggiran Sungai Martapura di tepi Jalan Pacinan yang berada di seberang Benteng Tatas (Masjid Sabilal Muhtadin), di sepanjang Jalan Martapura, maupun juga yang berada di seberang pelabuhan yakni di tepian sungai sepanjang Jalan Rantauan Kuliling Ilir.

Seperti rumah Tjoe Eng Tjie pada tahun 1920an yang membangun rumah terpisah dengan tempat usaha keluarga. Kantor dan gudang yang digunakannya untuk menyimpan komoditas tembakau, karet, dan rotan terletak di seberang jalan muka rumahnya di daerah Rantauan Kuliling Ilir.

Pada masa Hindia Belanda berdasarkan sumber Tijdschrift voor Nederlandsch Indie tahun 1836, menuliskan wilayah ini bernama Pulau Rantauan Kuliling atau Pulo Rantauw Koliling. Ini sebuah delta yang dikelilingi sungai Kelayan dan sungai Martapura. Wilayah ini kemudian kelak dikenal dengan nama Pekauman.

Berdasarkan Peta Kota Besar Bandjarmasin tahun 1970, wilayah jalan darat yang melewati Pekauman ini bernama Jalan Rantauan Belakang. Pada peta ini juga tidak dituliskan adanya wilayah Pekauman. Kemungkinan karena belum berstatus desa (hanya berupa kampung), sehingga luput dari penulisan nama wilayah di peta.

Berbanding terbalik dengan data pada Memori Pelaksanaan Tugas Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Kalimantan Selatan, Subardjo dari tahun 1970, ternyata tertulis ada nama wilayah Pekauman. Hal ini didukung data pembagian wilayah Kelurahan tahun 1974, Kecamatan Banjar Selatan hanya terdiri dari 5 Desa yakni Kelayan Barat I, Kelayan Barat II, Kelayan Timur, Pemurus dan Mantuil.

Demikian halnya dalam buku Kerja Sama Sosial Kemasyarakatan di Kota Banjarmasin tahun 1982-1983, sudah terdapat nama Pekauman Barat, Kecamatan Banjar Selatan. Dari data tersebut memperlihatkan bahwa nama wilayah Pekauman hingga tahun 1970an, sudah ada. Akan tetapi masih berupa nama kampung, belum berstatus desa.

Warga setempat, Amat menceritakan pada wilayah Pekauman pada tahun 1970an, terdapat gang yang dikenal dengan nama kawasan bong. Bong (dari kata bong pay) adalah penamaan makam orang orang Cina di kawasan tersebut. Sekarang kawasan ini bernama Gang Jamaah. Keberadaan makam-makam orang Cina di situ memang benar adanya, karena dari peta Hindia Belanda yang diterbitkan HP Loing tahun 1916 memperlihatkan adanya deretan makam-makam orang Cina (bong pay) di kawasan Rantauan Kuliling.

Pada tahun 1970 itu, menurut Amat, bong yang dikenal sebagai makam Cina ini sudah rusak dan tidak jelas lagi bentuknya. Hanya tinggal susunan pondasi semen di atas permukaan tanah. Bahkan pada tahun 2010an, sudah menjadi permukiman penduduk yang cukup padat di daerah tersebut. Walaupun hanya berupa sisa pemakaman, tetapi tidak menimbulkan kesan angker.

Editor: Eddy Hardiyanto

Editor : Arief
#banjarmasin #Tahulah Pian #tionghoa #kampung #Sejarah