Tahulah Pian, nelayan di Bumi Sa-Ijaan banyak yang bertemu makhluk halus pada saat mencari ikan di laut Kotabaru. Kisahnya macam-macam.
Contohnya, dialami Hamdani. Nelayan Suku Bajau asal Desa Rampa ini lebih sering pergi melaut sendirian. Itu membuatnya banyak bertemu hal aneh. Mulai dari mendengar bunyi-bunyian, bertemu mahluk halus berbentuk manusia, sampai melihat jalan raya di laut dengan mobil yang lalu lalang.
Pengalaman ini terjadi saat melaut di dekat Tanjung Dewa. Bagi nelayan Kotabaru, tempat ini terkenal angker. Tidak sedikit cerita yang beredar bahwa banyak kapal tenggelam di kawasan ini.
Hamdani pernah mendapatkan hasil yang sangat melimpah di situ. Namun, kesenangan itu langsung berubah menjadi ketegangan, karena ia melihat sosok manusia yang berbaju pangeran timbul dari dasar laut berpakaian adat Banjar.
Sontak, sangat terkejut karena berbarengan itu langsung terdengar suara mobil mewah lalu lalang sangat banyak. Tiba-tiba ia melihat ke belakangnya, ada jembatan gantung yang sangat besar mengarah ke Pulau Laut, tepatnya di Sarang Tiung, Kecamatan Pulau Laut Sigam.
Hamdani langsung beristigfar, setelah itu membaca ayat kursi. Seketika apa yang dilihatnya tadi hilang. Ia buru-buru kembali ke darat, dan memilih tidak melaut dalam beberapa hari. “Jujur habis pengalaman itu, saya beberapa minggu tidak ke laut. Tapi, namanya kebutuhan akhirnya, saya juga tetap melaut. Alhamdulillah sampai sekarang, tidak lagi ketemu hal yang semacam ini,” ucapnya bersyukur.
Pengalaman Sahrullah nelayan Desa Mekarpura Kecamatan Pulau Laut Tengah berbeda lagi. Ia pergi melaut menggunakan jenis kapal balapan menuju ke laut dekat Pulau Suwangi. Pulau itu di pertengahan antara Pulau Kalimantan dan Pulau Laut yang sering terlihat saat naik feri.
Waktu itu, Sahrullah memancing. Ia juga sangat senang karena ikan yang didapatkannya melimpah. Bahkan, wadah yang dibawanya sampai penuh, dan ikan lainnya ditampung dalam kapal balapan.
Saat asyik memancing, ada hal aneh naik ke depan perahunya. Sosoknya seperti gurita yang sangat besar dengan kepala mirip kuda nil. Makhluk itu sangat seram.
Sosok itu tidak bicara. Namun, badan Sahrullah langsung bergetar hebat dan merinding. Untungnya ia segera ingat untuk beristigfar, dan membaca ayat sebisanya.
Sosok itu menghilang begitu saja. Ia segera pulang menceritakan ke orang tuanya, kalau melihat sosok yang tadi.
Kata orang tuanya, itu memang penunggu laut yang tidak perlu ditakuti. Sosoknya kadang dari jauh seperti api, dan bisa kapan saja mendatangi nelayan yang kurang mengingat Tuhan. “Kalau di laut ini kita tidak bisa menduga bertemu apa saja. Yang pasti di laut penuh dengan risiko, baik mahluk halus maupun lainnya,” sebut Sahrullah.
Pengalaman gaib juga banyak dialami nelayan lainnya. Tapi, mereka memilih untuk tidak menceritakan. Alasannya beragam. Mulai dari takut terulang, dan memilih menghindar dari pada dikatakan orang cuma mengada-ngada.
Editor: Eddy Hardiyanto
Editor : Arief