Satu lagi kue asal Banjarmasin yang tak kalah ikonik. Namanya lumpur surga. Rasanya seindah julukannya.
Lumpur surga tergolong jenis kue basah. Terbuat dari bahan yang sederhana. Seperti telur, tepung terigu, tepung beras, gula, santan, garam dan pandan.
Tampilannya identik dengan warna hijau berlapis putih. Hasil dari dua jenis adonan, sehingga pembuatannya pun terbagi menjadi dua, yakni adonan hijau dan putih.
Lapisan hijau diolah dari tiga butir telur. Dikocok bersama dengan gula 10 sendok makan. Aduk hingga larut.
Selanjutnya, tambahkan air pandan yang sudah diblender dan disaring. Cukup 125 ml saja. Juga santan seukuran yang sama. Terakhir, tambahkan terigu dua sendok makan. Jangan lebih, agar tidak merusak tekstur “lumpur” nantinya.
Tuangkan ke wadah. Bebas. Bisa mangkuk, aluminium foil, cup plastik, atau sejenisnya. Selanjutnya kukus adonan manis ini selama 20 menit.
Beralih ke adonan kedua. Olahan lapisan putih jauh lebih sederhana. Semua bahan dicampur menjadi satu, lalu tanak sebentar.
Bahannya cuma santan 200 ml, tepung beras sesendok makan, dan gula dua sendok makan. Jangan lupa sejumput garam. Ini penting, untuk menambah cita rasa gurih.
Masukkan olahan adonan putih ke loyang lapisan hijau yang dikukus tadi. Ratakan hingga menutup permukaan. Selanjutnya, kukus 10 menit. Kue ini pun siap konsumsi.
Lumpur surga semakin nikmat jika disajikan dalam keadaan dingin. Pas untuk berbuka puasa. Harganya terjangkau. Berkisar antara Rp10.000-Rp15.000 per cup.
Rasa manis dari lapisan hijau membaur dengan gurihnya lapisan putih. Teksturnya menyerupai lumpur. Lebih lunak dibanding bingka.
Salah satu pengolah kue tradisional Banjar, Helda membeberkan sedikit sejarah nama lumpur surga. Nama ini merupakan istilah perumpamaan, untuk kue lunak dengan cita rasa yang lezat. “Disebut lumpur karena teksturnya lunak. Kemudian kata surga menggambarkan kenikmatan saat menyantapnya,” ujar warga Pekauman, Banjarmasin ini.
Menurutnya, kue ini perpaduan antara bingka telur Banjar dan bubur sumsum. Ada kesamaan dengan kue khas Nusantara. “Semakin nikmat jika adonan hijau lumpur surga dicampur serutan kelapa muda,” pungkasnya.
Editor : Arief