Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Masjid Pusaka Benua Lawas Tabalong, Masjid Tua Peninggalan Khatib Dayan dan Dayak Maanyan

Ibnu Dwi Wahyudi • Kamis, 27 Maret 2025 | 07:32 WIB
BERSEJARAH: Masjid Pusaka merupakan masjid pertama yang dibangun di wilayah Tabalong
BERSEJARAH: Masjid Pusaka merupakan masjid pertama yang dibangun di wilayah Tabalong

TANJUNG - Ternyata Masjid Pusaka di Desa Benua Lawas, Kecamatan Benua Lawas, Kabupaten Tabalong merupakan peninggalan Khatib Dayan. Seorang ulama keturunan Sunan Gunung Jati.

Masjid itu berdiri megah dan masih meninggalkan jejak sejarah sejak lama. Sejumlah tiang penyangga masjid tetap ada, tanpa tersentuh rehab.

Tangga melingkar pada bagian tengah ruang utama masjid menuju kubah juga tetap terlihat. Tingginya sekitar enam sampai tujuh meter.

Tangga bercat putih, sama seperti warna bangunan itu difungsikan sebagai sarana memanggil jemaah salat, atau azan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Tabalong, Tonie Marwan menceritakan masjid kayu yang lokasinya terletak di wilayah selatan ibu kota kabupaten berjarak 25 kilometer itu menjadi masjid pertama di Tabalong, setelah penduduk setempat masuk Islam.

"Masjid Pusaka Banua Lawas berdiri di tepi Sungai Tabalong yang menyimpan jejak sejarah dan budaya bagi masyarakat Banjar dan Dayak Ma’anyan," ujarnya.

Ia menjelaskan, masjid ini gambaran arsitektur tradisional Banjar dengan atap tumpang tiga. Di puncak sungkul, berdiri pataka yang menambah kesan sakral pada bangunan ini.

Gaya arsitekturnya mengingatkan pada kemegahan masjid abad ke-17, saat elemen tradisional dan keindahan seni ukir berpadu harmonis.

Bangunan ini terbuat dari kayu ulin. Warna hijau, putih, dan kuning menghiasi masjid memberikan simbol spiritual yang memperkuat kesan damai dan sejuk dari masjid ini. Pada angin-angin atau ram pintu, terlihat ukiran floral khas Dayak Ma’anyan. Ini mencerminkan perpaduan budaya Banjar dan Dayak dalam harmoni yang indah.

Mengapa disebut Masjid Pusaka? Mengenai itu, Tonie menceritakan berdasarkan rekomendasi penetapan cagar budaya, makna kata “Pusaka” yang artinya warisan.

Pusaka Banua Lawas menunjukkan bahwa sebenarnya masjid ini adalah warisan atau bangunan yang diwarisi dari nenek moyang. Khususnya nenek moyang orang-orang Dayak Maanyan yang dahulunya bermukim di Banua Lawas.

"Orang-orang Maanyan meyakini bahwa masjid ini dibangun oleh nenek moyang mereka yang berislam. Dibantu saudara-saudara mereka yang masih menganut kepercayaan lama di bekas lokasi bangunan pemujaan dan makam keramat mereka," jelasnya.

Editor: Eddy Hardiyanto

Editor : Arief
#Tabalong #Budaya #Masjid #Sejarah #Dayak