Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Asal Usul Desa Panjaratan Pelaihari, Ada Kisah Cinta Anak Saudagar

Norsalim Yahya • Selasa, 25 Maret 2025 | 05:02 WIB
CERITA RAKYAT: Kantor Desa Panjaratan, Kecamatan Pelaihari.
CERITA RAKYAT: Kantor Desa Panjaratan, Kecamatan Pelaihari.

PELAIHARI – Desa Panjaratan merupakan salah satu desa di Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut (Tala). Desa berbatasan dengan Desa Telaga dan Tungkaran ini memiliki cerita rakyat menarik terkait asal usul namanya.

Ketua Sarekat Sejarah Tanah Laut (Sarekat Tala), Hanapi Yanor Tajeli menceritakan dahulu hiduplah sebuah keluarga yang cukup kaya di wilayah tersebut. Mereka dikarunia seorang putri yang cantik dan baik hati.

Setelah usaha keluarga semakin maju dan berkembang, mereka ingin agar putrinya segera menikah. Bahkan ayahnya sudah beberapa kali meminta sang putri membina rumah tangga.

Namun, sang putri belum berniat untuk hidup berkeluarga. Malah hanya ingin membantu usaha kedua orang tuanya, dan masih ingin berbakti.

“Pada suatu hari sang ayah jatuh sakit. Berbagai pengobatan sudah dilakukan keluarga agar penyakit yang diderita ayahnya segera pulih,” ucapnya.

Namun, sakit yang diderita semakin bertambah parah. Hingga putrinya menemui seorang tabib yang berada di seberang hutan.

Dalam perjalanan menuju rumah tabib terkenal tersebut, sang putri mendapat marabahaya. Hampir dimakan seekor ular besar. “Untungnya pada saat itu, ada pemuda yang membantu membunuh ular besar tersebut,” kata Hanapi.

Ternyata pemuda tersebut adalah putra dari tabib yang ingin ditemui si putri. Setelah mendapatkan ramuan obat, sang putri pulang. Ayahnya mulai berangsur pulih dan sehat.

Beberapa bulan kemudian, orang tua putri tersebut kedatangan tamu. Tabib membawa anaknya berniat untuk melamar putrinya. “Saudagar merasa pekerjaan anak tabib dan keadaan fisiknya yang terdapat bercak-bercak di sebagian tubuhnya tidak pantas menjadi menantunya,” terangnya.

Akhirnya, lamaran tersebut ditolak. Ketika putrinya mendengar penolakan itu, dia langsung merasa sedih.

Pada saat musim hujan tiba, desa tempat kedua orang tua putri tersebut kebanjiran. Berhubung lokasinya berada di dataran yang rendah, semua warga mengungsi ke desa yang datarannya lebih tinggi. Tepatnya ke desa tempat tinggal tabib dan anak laki-lakinya.

Akibat banjir yang melanda, putri saudagar tersebut tenggelam terbawa arus sungai. “Untung pada saat itu, putra sang tabib kembali menolong sang putri,” ucapnya.

Atas kejadian itu orang tuanya tersadar akan kesalahannya yang telah memandang rendah terhadap pemuda tersebut. Apalagi, ketika mendengar kebaikan sang pemuda dari kepala desa yang selalu menolong siapapun mengalami kesusahan. Akhirnya, saudagar itu meminta maaf atas kesalahannya, dan berniat menikahkan putrinya dengan putra tabib.

Sang putri saudagar dan putra tabib pun menikah. Semua warga menyambut dengan bahagia dan suka cita atas pernikahan mereka. “Selanjutnya, atas usul warga disepakati nama desa tersebut diberi nama Desa Penjeratan,” sebutnya.

Nama awal Desa Penjeratan ini karena pekerjaan putra tabib tersebut yang suka menjerat hewan buruan dengan jebakan berupa tali-tali. Kemudian, untuk memudahkan pengucapan dalam Bahasa Banjar, maka penjeratan diganti menjadi panjaratan. Sehingga desa itu diberi nama Desa Panjaratan.

Editor: Eddy Hardiyanto

Editor : Arief
#legenda #Tanah Laut #Tahulah Pian #cerita rakyat #Sejarah