Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Parang Maya, Serangan Jarak Jauh Di Kalimantan Lewat Menebas Jantung Pisang

Jamaluddin Radar Banjarmasin • Kamis, 20 Maret 2025 | 10:18 WIB
Ilustrasi parang maya
Ilustrasi parang maya

Dulu sekitar abad ke-17, Datu Kandang Haji atau Surya Sakti Mangku Alam dikenal pula Syekh Zainal Abidin melakukan islamisasi di kawasan Balangan-Paringin.

Komunitas pengajiannya berada dalam kompleks teritorial khusus yang dinamai Kandang Haji. Datu Kandang Haji membuat pagar dengan membuat batas-batas wilayah meliputi; Lulunan, Bamban Balang, Baruh Dauh dan Pajijihan.

Untuk menjaga dari serangan gaib, seperti Parang Maya, Datu Kandang Haji membuat rajah di Mungkur Batu. Kemudian, ia membangun pusat dakwahnya di kawasan Balangan, Bangkal-Paringin.

Dalam buku Islamisasi Banjarmasin yang ditulis Yusliani Noor, Parang Maya adalah serangan gaib yang dilakukan melalui upacara tertentu. Biasa dilakukan etnis Dayak, khususnya Bukit.

Serangan jarak jauh dengan cara menebas mayang atau 'tungkul' (jantung pisang) dengan senjata Mandau. Apabila objek antara, berupa mayang atau tungkul mengeluarkan darah merah segar, objek dituju atau orang yang dijadikan target akan mati atau meninggal dunia.

Sementara racun merupakan senjata ampuh Dayak yang jika dicolek ke tubuh objek target akan menimbulkan pembusukan pada kulit. Pulung Kiriman akan menyebabkan objek target akan 'kerasukan', histeris, hingga letih, bahkan bisa sampai pingsan.

Para ulama yang menyebarkan Islam, seperti Datu Kandang Haji berhasil mengatasi rintangan ini dengan bertakarub (berserah diri) kepada Allah SWT.

Editor: Eddy Hardiyanto

Editor : Arief
#senjata #Budaya #Tahulah Pian #tradisional #gaib