Tugu tanda perjuangan melawan penjajah Belanda bernama tugu 17 Mei ternyata juga ada di Kabupaten Tabalong. Tepatnya di Desa Benua Lawas, Kecamatan Benua Lawas.
Keberadaannya sangat mencolok di sisi lapangan sepak bola desa setempat. Persis berada di tengah alun-alun kecamatan yang berbatasan dengan Kabupaten Hulu Sungai Utara.
Tugu itu dibangun dengan ornamen berbagai persenjataan perang kala itu. Seperti ornamen bambu runcing dan keris, serta mesin senjata api.
Camat Benua Lawas, Suwandi mengisahkan tugu itu didirikan sebagai pengingat perjuangan kemerdekaan pasukan ALRI melawan penjajah Belanda.
"Kisah perjuangannya sama dengan tugu 17 Mei di Banjarmasin, karena merupakan satu komando untuk melawan Belanda di seluruh wilayah Kalimantan Selatan," terangnya.
Perjuangan kemerdekaan 1949 itu di kalangan Pemerintah Kabupaten Tabalong sering kali diperingati dengan sebutan Hari Ulang Tahun Proklamasi Pemerintahan Gubernur Tentara ALRI Divisi IV Pertahanan Kalimantan. Pejuang yang mempelopori perang tersebut adalah Kapten Martinus dan kawan-kawannya. Seperti Ramli, Kusuma Jaya, Hasani dan lainnya di sekitar Kecamatan Benua Lawas.
Perang melawan Belanda usai Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia itu cukup sengit, karena harus berhadapan dengan kalangan pengkhianat bangsa. Namun berhasil dipukul mundur.
Hanya saja, dalam peperangan ada dua pejuang yang akhirnya gugur di medan laga. Ramli dan M Sugiono, yang sekarang dimakamkan di pemakaman Masjid Ash Syuhada, Desa Sungai Durian.
Editor: Eddy Hardiyanto
Editor : Arief