Tahulah pian, di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) ada berbagai jenis tarian tradisional. Salah satu yang jarang diketahui adalah Tari Bangsai atau Babangsai.
Tarian Bangsai ini merupakan tarian kerakyatan tradisional dari Suku Dayak Meratus asal Loksado dan merupakan peninggalan zaman kerajaan Majapahit dulu.
Pemerhati budaya Kabupaten HSS, Muhamad Ferry Fauzan mengatakan Tari Bangsai biasanya dipentaskan dalam tradisi Aruh Ganal di suatu balai yang merupakan prosesi adat berupa syukuran atau selamatan, baik saat akan tanam atau pascapanen padi. “Tarian Bangsai ini semua penarinya perempuan,” ujarnya.
Penari Bangsai dari anak-anak, remaja, sampai orang tua. Setiap akan menari saat upacara Aruh Ganal harus bersih dan suci. “Perempuan yang menari tidak boleh dalam keadaan datang bulan atau haid,” katanya.
Tarian Bangsai ini filosofinya seperti daun kaladi (keladi) yang bergoyang di tiup angin. “Sedangkan ragam tariannya ada empat, yaitu langkah tiga guyang kaladi, langkah dua guyang kaladi, guyang kaladi rebut, dan guyang kaladi,” sebut pria yang biasa disapa Ujank Kono ini.
Saat membawakan Tarian Bangsai, baju yang dipakai merupakan pakaian sehari-hari. “Tapi dilengkapi laung (ikat kepala) sampai tapih (sarung),” tuturnya.
Tarian Bangsai ini biasanya diiringi dengan musik penggiring dari alat-alat musik tradisional, seperti gandang, kulipat, serta sarunai.
“Yang mengiringi Tarian Bangsai ini mulai dari alat pukul sampai alat tiup,” katanya.
Editor : Fauzan Ridhani