Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Asal Usul Bajuin: Ketika Pemuda Biaju Bernama Nuin yang Piawai Bikin Perhiasan

Norsalim Yahya • Senin, 24 Februari 2025 | 10:50 WIB
PEMDES: Kantor Desa Bajuin, Kecamatan Bajuin.
PEMDES: Kantor Desa Bajuin, Kecamatan Bajuin.

Pada zaman dulu, daerah Bajuin di Kabupaten Tanah Laut dihuni oleh Suku Dayak Ngaju yang berasal dari Pegunungan Meratus.

Mata pencaharian mereka adalah bercocok tanam, seperti menanam padi dan sayur-sayuran, serta mencari emas.

Daerah Bajuin mulai ramai setelah banyak orang berdatangan ke daerah tersebut. Salah satunya rombongan dari Kalimantan Tengah (Kalteng) yang mengadu nasib di daerah tersebut. Di rombongan itu ada seorang pemuda yang bernama Nuin.

Selain mencari emas, Nuin juga piawai membuat berbagai macam perhiasan dari emas, seperti kalung, gelang dan cincin. Nuin juga piawai membuat kalung, gelang dan cincin dari manik-manik.

“Saat itu, sangat digemari warga Bajuin dan sekitarnya,” ungkap Hestiyana dalam tulisannya di jurnal Toponimi Asal-Usul Nama Desa di Kabupaten Tanah Laut (Tala).

Nuin juga terkenal dengan kekayaannya karena memiliki kapal besar. Namun, ia tidak sombong dan selalu rendah hati, serta membantu warga.

Pada suatu ketika, Nuin kedatangan seorang pemuda bertubuh besar dan kekar. Pemuda ini ingin mencari emas seperti dirinya. Keduanya pun akhirnya akrab seperti kakak adik. “Nuin dan pemuda ini ke mana-mana selalu berdua, dan selalu menolong warga yang kesulitan,” sebutnya.

Pada suatu hari, mereka berdua berselisih paham. Itu membuat persahabatan keduanya menjadi renggang. Bahkan perkelahian tidak terhindarkan, karena tidak ada yang mau mengalah.

“Mereka sudah lupa persahabatan yang sudah terjalin seperti saudara hanya karena ego masing-masing,” ujar Hesti.

Nuin dan pemuda ini memiliki ilmu, dan bukanlah orang sembarangan. Banyak tempat terjadinya pertarungan mereka, seperti Bajuin, Batu Bacancang, Batu Cirit, Batu Benteng, Batu Panginangan, Batu Bokor, Batu Pahampangan, Batu Sawar, dan sebagainya.

“Setelah pertarungan berhari-hari, Nuin mengakui keunggulan pemuda tersebut. Nuin melarikan diri dengan perahunya,” ceritanya.

Setelah terjadi pertarungan itu, untuk mengingat kebaikan yang pernah dilakukan Nuin, maka desa tersebut diberi nama Desa Bajuin. “Nama Desa Bajuin yang dianggap berasal dari kata Biaju Nuin. Nama seorang tokoh daerah Bajuin yang banyak membantu warga setempat,” beber Hesti.

Warga juga percaya emas-emas milik Nuin tersebar di daerah Bajuin dan sekitarnya serta tempat-tempat pendulangan emas, seperti di Danau Puyau, Danau Sawang, Danau Marliah, Daladak, Sakupang, Juba Lapar, dan Batu Benteng.

Editor: Eddy Hardiyanto

Editor : Arief
#asal usul #Tanah Laut #Tahulah Pian #Desa