Tugu ini sudah dari dulu menjadi ikonnya di Bumi Sa-Ijaan. Jauh sebelum berdirinya patung Ikan Todak yang ada di Siring Laut.
Namun, sangat sedikit masyarakat yang tahu terhadap sejarah ikon Kotabaru ini. Padahal tugu ini merupakan simbol penting bahwa pejuang di Kotabaru tidak pernah gentar terhadap penjajah.
Tugu Pahlawan ini dibuat sebagai penghargaan untuk pahlawan yang sudah berjuang.
Tugu Pahlawan dibangun pada tahun 1970. Pada tahun itu, Bupatinya adalah Gusti Sjamsir Alam.
“Intinya Tugu Pahlawan ini adalah simbol kemerdekaan di Kotabaru. Masyarakat di Kotabaru ikut berjuang,” sebut H Mahmud, pensiunan ASN di Kotabaru, Rabu (5/2).
Kabid Destinasi Disparpora Kotabaru, Ronal pernah menelusuri sejarah tugu ini. Ia bertemu beberapa narasumber, salah satunya kontraktor yang melakukan renovasi di tahun 1992. Ronal
mendapatkan informasi bahwa desain Tugu Pahlawan sekarang, berbeda dengan yang dulu.
Dulunya, tugu ini adalah simbol tangan mengepal menggambarkan semangat di Bumi Sa-Ijaan mendeklarasikan kemerdekaan. Ada juga terdapat gambar Pancasila, Proklamasi, dan sebagainya.
Di samping bangunan juga terdapat bambu runcing dengan panjang 8 meter. “Untuk pertama kalinya, di tahun 1992, Tugu Pahlawan ini pertama kali direhab. Zaman itu, Bupati Kotabaru dijabat Tata M Anwar,” ungkapnya.
Rehab tersebut meliputi pembuatan kolam yang mengelilingi tugu ini. Tangan mengepal juga digantikan bambu besar.
Setelah itu, di zaman Bupati H Sjachrani Mataja, kembali dilakukan rehab mempercantik tugu ini dengan memasang keramik dan sebagainya. Lanjut di tahun 2018, di zaman Bupati Kotabaru Sayed Jafar dipercantik lagi dengan air mancur menari dengan gemerlap lampunya.
“Beberapa hari lalu, kembali diresmikan oleh Bupati Kotabaru H Sayed Jafar, setelah perehaban di akhir tahun 2024,” ungkap Ronal.
Editor: Eddy Hardiyanto
Editor : Arief