Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Pasar Malam Blauran: Menarik Dengan Beragam Atraksi Penjual Obat Tradisional, Ramainya Kini Tinggal Kenangan

M Oscar Fraby • Selasa, 4 Februari 2025 | 11:06 WIB
PINTU GERBANG: Pasar Malam Blauran yang pernah berjaya di Banjarmasin sudah tak seramai dulu.
PINTU GERBANG: Pasar Malam Blauran yang pernah berjaya di Banjarmasin sudah tak seramai dulu.

Tak kalah dengan kota lain, Banjarmasin dulunya juga memiliki sejarah ramainya pasar malam. Namanya, Pasar Malam Blauran. Sayangnya kini tinggal kenangan. Ditinggal para pedagangnya, karena sepi pembeli.

Padahal hiruk pikuk pedagang dan pembeli selalu ramai tiap malam di era tahun 1980-an. Kini, pasar malam yang berada di antara Jalan Brigjen Katamso dan Jalan Niaga, Banjarmasin Tengah itu jauh dari suasana keramaian. Pedagangnya pun tinggal hitungan jari.

Pada tahun 1992, Pemerintah Kota Banjarmasin sempat memindah Pasar Blauran ke kawasan Pasar Antasari. Meski dipindah, keramaian pasar ini tetap tak meredup. Pengunjung yang datang masih ramai. Lantaran, pasar ini menjadi satu-satunya pasar tradisional yang buka hingga malam hari.

Tak hanya dijual perabotan rumah tangga, konveksi, dan macam-macam. Di pasar malam ini juga diramaikan pedagang obat tradisional dengan berbagai macam atraksi ketahanan tubuh.

Berhubung pemko ingin melakukan peremajaan Pasar Antasari Banjarmasin, para pedagang kembali direlokasi. Tempatnya di kawasan semula sekitar tahun 2002.

Relokasi ini membuat para pedagang kecewa. Sebab, mereka sudah nyaman dan para pengunjung pun selalu ramai datang. Sejak tahun ini pasar malam ini mulai meredup. Terlebih saat itu maraknya pedagang yang berjualan di sisi jalan Belitung Darat Banjarmasin (Pasar Tungging Belitung).

Belum lagi, mulai maraknya toko-toko pakaian yang buka di sejumlah ruas jalan Banjarmasin, membuat kejayaan Pasar Blauran semakin memudar. “Sekarang pedagangnya ada yang pindah ke Pasar Tungging, dan gulung tikar karena sepi pengujung,” ujar Umar, salah seorang pedagang obat di kawasan pasar tersebut.

Umar ingat betul, saat masih ramai Pasar Blauran di kawasan ini, para pengunjung tak hanya datang membeli keperluan untuk rumah tangga. Namun, yang meramaikan kunjungan adalah para pedagang obat tradisional. Para pedagang obat tradisional ini punya trik untuk menyedot perhatian pengunjung. Mereka menjualnya dengan atraksi kekebalan dan sulap.

“Waktu itu saya masih berusia sekitar belasan tahun, diajak orang tua hanya sekadar nonton atraksi penjual obat di sana. Ramai sekali,” cerita Ikhsan warga Jalan Sutoyo S Banjarmasin.

Editor: Eddy Hardiyanto

Editor : Arief
#Destinasi #banjarmasin #Pasar #Sejarah