Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Desa Bluru, Dulunya Kubangan Hijau

Norsalim Yahya • Rabu, 18 Desember 2024 | 11:31 WIB
Photo
Photo

Warga Kabupaten Tanah Laut (Tala) pasti tak asing lagi dengan Desa Bluru yang berada di wilayah Kecamatan Batu Ampar.

Namun tak semua warga mengetahui mengapa desa ini dinamai Bluru.

Menurut Hestiyana, penulis jurnal Toponimi Asal-usul Nama Desa di Kabupaten Tanah Laut menyebutkan, dulunya Desa Bluru bernama Desa Kubangan Hijau.

Nama bluru sendiri diambil dari nama pohon yang ditemukan di wilayah tersebut. Pohon biluru ini berbeda dari pohon pada umumnya.

“Pohon langka tersebut memiliki batang yang melilit-lilit seperti tali,” tulisnya.

Selain itu, pohon biluru mempunyai buah seperti jengkol, namun perbedaannya buah biluru tidak bisa dimakan seperti jengkol.

Ia menyebutkan pohon biluru memiliki keunikan yang berbeda dari pohon-pohon lainnya, hal itu membuat warga lain berdatangan.

“Warga sekitar di sana penasaran dan ingin melihat secara langsung pohon biluru yang tumbuh di pinggir sungai,” kata Hestiyana.

Bahkan, suatu ketika terdapat rombongan transmigrasi yang datang ke daerah tersebut, tujuannya untuk menetap di Desa Kubangan Hijau.

“Warga transmigrasi ini beranggapan pohon tersebut akan mendatangkan kemakmuran,” bebernya.

Selain itu warga Desa Kubangan Hijau juga menganggap pohon biluru memiliki keistimewaan dan akan membawa kemakmuran serta kesejahteraan bagi mereka.

“Atas kesepakatan bersama nama Desa Kubangan Hijau diganti dengan nama Desa Bluru,” katanya.

Setelah berganti nama, banyak berdatangan orang-orang yang ingin menetap di desa ini, termasuk dari suku Jawa.

Masyarakat Jawa yang tinggal di Desa Bluru agak kesulitan menyebut nama biluru dan sering diucapkan bluru. “Karena hal itu nama pohon biluru menjadi Desa Bluru untuk mempermudah penyebutan,” tutupnya.

Editor: Sutrisno

 

Editor : Arief
#asal usul #Tanah Laut #Desa