Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Masak Tuha, Masakan Legendaris Khas Banjar yang Sayang Jika Punah Begitu Saja

Tia Lalita Novitri • Selasa, 26 November 2024 | 12:41 WIB
Masak Tuha
Masak Tuha

Tahulah pian masak tuha? Masakan legendaris khas Banjar ini sayang jika punah begitu saja.
Masak tuha adalah bagian dari kekayaan kuliner Kalimantan Selatan. Ciri khasnya ada pada bumbunya yang terbilang banyak.

Bahan utamanya daging sapi atau ayam. Bumbu halus masak tuha terdiri dari bawang merah, bawang putih, cabe merah kering, jahe, kunyit, kencur, lengkuas, kemiri, jintan, adas manis, ketumbar, pala, dan terasi.

“Di sisi lain, siapkan juga bumbu cemplungnya. Seperti kayu manis, cengkeh, kelapa sangrai, bawang merah goreng, daun salam, serai, kaldu bubuk, gula merah, garam, gula dan asam jawa,” sebut Mariani, salah seorang pengusaha masakan khas Banjar.

Masak tuha juga identik dengan kacang tunggal atau kacang putih. Biasanya direbus hingga empuk, lalu dicampurkan ke dalam masakan.

Belum jelas alasan bumbu ini disebut masak tuha. Mengacu pada bahasa Banjar, tuha artinya tua.

“Apakah karena ini masakan legendaris turun temurun dari tetuha, atau karena proses memasaknya yang lama, lalu muncul bahasa kiasan masak sampai tuha (tua)?” tebaknya.

Metode memasaknya mirip dengan rendang. Daging dimasak dengan bumbu halus yang telah ditumis.

Setelah itu tambahkan air asam jawa, daun salam dan serai hingga mendidih dan empuk. Terus masak hingga mengental.

“Tambahkan kaldu bubuk, gula dan garam hingga terasa pas,” ujarnya.
Masak dengan api kecil hingga benar-benar mengental. Sajikan daging berbalut bumbu ini dengan taburan bawang merah goreng.

Hidangan ini biasanya dipasangkan dengan acar kol atau mentimun agar terasa seimbang dan segar. “Masak tuha biasanya tersaji pada momen hajatan. Jarang tersedia langsung, kecuali di rumah masakan Banjar tertentu,” pungkasnya.

Editor: Eddy Hardiyanto

Editor : Arief
#masakan #khas #Tahulah Pian #Kuliner