Tahulah Pian, di Bundaran Liang Anggang terdapat Makam Brigjen H Hassan Basry. Makam ini masuk daerah administratif Banjarbaru sejak 16 Juli 1984.
Posisi bundaran ini terletak tepat di tengah-tengah simpang empat asimetris muara Liang Anggang.
Sebuah kawasan strategis yang terletak di tengah-tengah akses perempatan jalan besar yang menghubungkan Kota Banjarmasin dengan Kota Banjarbaru ke arah Kalimantan Timur, juga akses menuju wilayah Kabupaten Tanah Laut sampai Kotabaru, dan satunya lagi akses bebas hambatan menuju pelabuhan utama Banjarmasin, Trisakti.
"Selain tidak dimakamkan di taman makam pahlawan layaknya para pahlawan lainnya, lokasi makamnya Hasan Basry yang berada di jalur akses transportasi menjadi sangat mudah ditemukan," ucap Sejarawan FKIP ULM, Mansyur dalam tulisan Kaekaha.
"Terdapat sumber lisan bahwa pemakaman Hassan Basry di Liang Anggang memang karena wasiat beliau bahwa ingin dimakamkan di Liang Anggang," tambahnya.
Hal ini, sebut Mansyur, sebagai wilayah yang pernah menjadi tapal batas antara wilayah kekuasaan Kesultanan Banjar dan Hindia Belanda di era kolonial. "Benar atau tidaknya masih perlu penelusuran lebih lanjut," cetusnya.
Hal yang tidak kalah menariknya, sebut Mansyur, kawasan kompleks makam berada tepat di titik sentral area perempatan asimetris berbentuk layaknya pulau seluas sekitar 1 hektare lebih.
"Baik sebagai pembagi sekaligus pemecah kepadatan arus lintas di jalur jalan A Yani yang menghubungkannya dengan provinsi lain di Kalimantan tersebut, maupun sebagai destinasi pariwisata," pungkasnya.
Editor: Eddy Hardiyanto
Editor : Arief