Kapan pertama kali bangsa Belanda datang ke Barabai? Belum ada catatan pastinya. Namun yang jelas jejak peninggalan itu ada.
Konon salah satu alasan bangsa Belanda datang ke Barabai karena kawasan ini sangat strategis, serta memiliki tanah yang subur.
Letak geografisnya berada di cekungan. Di kelilingi pegunungan dan hutan yang rindang, membuat suasana di Barabai juga sejuk. Tak ayal bangsa Belanda menjuluki Barabai Parisj Van Borneo.
Alasan itulah Belanda membangun permukiman di Barabai. Bukan hanya itu, Belanda juga membangun berbagai fasilitas. Seperti bioskop Juliana, Hospital Barabai, Kantor Pos, Restoran Barabai, hingga menyediakan angkutan taksi Barabai.
Pembangunan fasilitas tersebut saat Barabai dipimpin oleh Gerard Louwrens Tichelman tahun 1926.
Namun jauh sebelum itu, Belanda sudah melakukan berbagai pembangunan. Misalnya, benteng pertahanan yang dinamakan Fort de Barabai (Benteng Barabai) tahun 1867.
Catatan di Website Gorden 313, lokasi benteng ini sekarang dijadikan sebagai Kantor Bupati HST. Benteng ini dibuat untuk melindungi pejabat Belanda yang kala itu memimpin Kota Barabai.
Sejak pecahnya Perang Banjar pada tanggal 18 April 1859, benteng ini sering sekali diserang.
Namun, serangan terbesar terhadap benteng ini terjadi pada tanggal 3 Juli 1861 yang dipimpin oleh Raksa Yuda.
Selain pertempuran di benteng ini, pertempuran besar lainnya yang juga pernah terjadi di Barabai dan sekitarnya adalah di antaranya : Pertempuran di Pamangkih, Walangku, Kasarangan, Pantai Hambawang, Barabai dan Aluan pada tanggal 8 Maret 1860. Pertempuran di Tanah Habang pada tanggal 1 Mei 1860.
Pertempuran di Pagat pada tanggal 18 Mei 1861. Pertempuran di Barabai yang dipimpin oleh Gusti Wahid pada tanggal 27 Mei 1861. Pertempuran di benteng Limpasu pada tanggal 1 Agustus 1861.
Pertempuran di Jatuh yang dipimpin oleh Penghulu Muda pada tanggal 5 Desember 1861.
Pertempuran di Jatuh kedua juga dipimpin oleh Penghulu Muda pada tanggal 26 Desember 1861.
Editor: Eddy Hardiyanto
Editor : Arief