Tahulah Pian, di Kabupaten Barito Kuala ini ada pura. Lokasinya berada di Desa Dwipasari. Desa yang memiliki luas 20 meter persegi ini berada di Kecamatan Wanaraya. Mayoritas penduduknya transmigran beragama Hindu. Penduduknya kurang lebih 800 jiwa tersebar di empat RT.
Lokasi desa ini jika ditempuh dari Banjarmasin atau Kota Marabahan selama 1,5 jam. "Pura ini sudah ada sejak pendahulu kami datang ke sini sebagai transmigrant dari Nusa Penida, pulau bagian dari Kabupaten Klungkung, Bali, pada tahun 1980," ungkap I Made Wastawan, kemarin (25/9).
Pura ini sebelumnya tidak seperti sekarang. Dulunya dibangun berbahan kayu, didatangkan langsung dari Nusa Penida. Awalnya hanya satu pura saja untuk umat Hindu sembahyang. Seiring waktu puranya pun bertambah.
Di antaranya Pura Puseh (utama), Pura Dalem, Pura Segara, dan Pura Ped. Masing-masing pura ini digunakan sembahyang sesuai waktu ditentukan. Seperti Pura Puseh, Ped dan Dalem digunakan sembahyang setiap 6 bulan sekali. Sedangkan Pura Segara setahun sekali. "Nama kawasan kompleks ini Pura Kahyangan," bebernya.
Desa Dwipasari ini telah dijadikan pula salah satu destinasi wisata adat dan budaya di Kabupaten Barito Kuala. "Di desa kami ini juga ada masyarakat muslim asli pribumi. Jumlahnya 11 kepala keluarga saja," terangnya.(lan/gr/dye)
Editor : Arief