Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Goa Marmer, Tempat Bersejarah yang Berjarak 10 Menit dari Kota Pelaihari

Norsalim Yahya • Selasa, 10 September 2024 | 11:19 WIB
MENGAGUMKAN: Penampakan goa marmer yang berada di kawasan Objek Wisata Air Terjun Bajuin di Desa Sungai Bakar, Kecamatan Bajuin.
MENGAGUMKAN: Penampakan goa marmer yang berada di kawasan Objek Wisata Air Terjun Bajuin di Desa Sungai Bakar, Kecamatan Bajuin.

PELAIHARI – Indonesia memiliki banyak tempat-tempat bersejarah yang dijadikan tempat wisata. Salah satunya ada di Kabupaten Tanah Laut (Tala).

Tempat bersejarah ini terletak di Desa Sungai Bakar, Kecamatan Bajuin. Namanya adalah Wisata Goa Marmer.

Ketua Sarekat Sejarah Tanah Laut, Hanapi Yanor Tajeli menuturkan untuk menuju goa tersebut diperlukan waktu kurang lebih 30 menit dari Objek Wisata Air Terjun Bajuin, atau 10 kilometer dari pusat Kota Pelaihari.

Goa marmer ini memiliki keunikan, terutama di bagian dindingnya karena terdapat banyak marmer. “Batuan marmer ini bisa digunakan untuk membuat ubin. Sedangkan bagian atasnya seperti kubah masjid,” ungkapnya.

Di dalam goa tersebut juga bisa ditemui kehidupan hewan, khususnya hewan malam seperti kelelawar, burung, laba-laba goa, dan monyet. “Goa marmer yang ada di Bajuin ini salah satu kekayaan geologi yang ada di geopark kaki pegunungan Meratus,” sebut Jali.

Goa marmer itu telah banyak diteliti untuk mengetahui bagaimana goa itu terbentuk. “Dari hasil penelitian itu, goa itu terbentuk dari sebuah patahan kecil dari bebatuan,” jelasnya.

Patahan itu menjadi celah bagi air untuk masuk ke dalamnya, dan lama-kelamaan menggerus bebatuan. “Menurut informasi di dalam goa terdapat 20-an goa lain yang saling terhubung atau tembus. Ada juga salah satu goa yang di dalamnya terdapat kolam,” bebernya.

Tajeli berharap ada keseriusan dari pihak terkait dalam melakukan penelitian terhadap goa tersebut. Supaya goa itu bisa menjadi kawasan situs cagar budaya di Tala.

Editor: Eddy Hardiyanto

Editor : Arief
#Destinasi #Meratus #Tanah Laut #Tahulah Pian #goa