Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Tahulah Pian, Pantun Saraba Ampat Digunakan Ulama Terkenal di Tapin Dalam Menyebarluaskan Ajaran Islam

Jamaluddin Radar Banjarmasin • Rabu, 4 September 2024 | 11:01 WIB
SOSOK: Datu Sanggul wafat tahun 1772 Masehi di Tatakan Rantau. Ulama sezaman dengan Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari.
SOSOK: Datu Sanggul wafat tahun 1772 Masehi di Tatakan Rantau. Ulama sezaman dengan Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari.

Datu Sanggul ulama khas Banjar dikenal memiliki paham tasawuf falsafi. Secara singkatnya ajaran tasawuf ini menggabungkan visi mistik dan rasional.

Salah satu tokoh sufi yang terkenal di tanah Jawa atau biasa disebut mistikus adalah Syekh Siti Jenar. Orang Jawa lebih mengenalnya dengan Syekh Lemah Abang.

Yusliani Noor dalam bukunya yang berjudul: Islamisasi Banjarmasin Abad ke-15 sampai ke-19 menyebutkan jika tasawuf ini berkembang di Rantau pada akhir abad ke-17 dan awal abad ke-18.

Ajaran ini dipelopori oleh Datu Subhan serta murid-muridnya yang melakukan islamisasi di sekitar Sungai Tapin, Sungai Muning, dan lembah Meratus.

Salah satu muridnya yang dianggap memiliki keistimewaan adalah Datu Sanggul. Salah satu karakteristik Datu Sanggul dalam menyebarluaskan ajaran Islam yakni lewat pantun. Masyarakat Banjar lebih mengenalnya dengan sebutan pantun "Saraba Ampat".

Dalam kitab manakib Datu Sanggul yang ditulis oleh Mawardi bin Lasan dicantumkan pantun "Saraba Ampat" seperti berikut:

Allah jadikan saraba ampat
Syariat Thoriqat Hakikat Ma'rifat
Menjadi satu di dalam Khalwat
Rasanya nyamannya tiada tersurat

Jibril-Mikail Malaikat mulia
Isyarat sifat Jalal dan Jamal
Izrail-Israfil rupa pasangannya
Itibar sifat Qohar dan Kamal

Jabar-ail asal katanya
Bahasa Suryani asal mulanya
Kebesaran Allah itu artinya
Jalalullah bahasa Arabnya

Nur Muhammad bermula nyata
Asal jadi alam semesta
Saumpama api dengan panasnya
Itulah Muhammad dengan Tuhannya

Rasa dan akal, daya dan nafsu
Di dalam raga nyata bersatu
Aku meliputi segala liku
Matan hujung rambut ka hujung kuku.

Editor : Arief
#Religi #Tahulah Pian #Ulama