Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Tahulah Pian, Salaman Dijadikan Nama Desa Di Wilayah Kintap Karena Dulu Sering Terjadi Konflik

Norsalim Yahya • Kamis, 8 Agustus 2024 | 08:52 WIB
Photo
Photo

TAHULAH pian, ada cerita menarik dari pemilihan Salaman sebagai nama desa di wilayah Kintap.
Ini terkait historis wilayah tersebut yang kerap terjadi konflik.

Desa Salaman dibentuk pada tahun 1983. Hasil dari pemekaran dari Desa Riam Adungan, Kecamatan Kintap. Di sebelah utara, desa ini berbatasan dengan Desa Riam Adungan Di sebelah selatan berbatasan dengan Desa Asam-Asam.

Sebelah barat berbatasan dengan Kecamatan Jorong dan Pegunungan Meratus. Sedangkan sebelah timur berbatasan dengan Kintapura. Sebelum desa dibentuk, mata pencaharian masyarakat di wilayah itu sebagian besar masih mencari rotan, berburu, menebang kayu, dan bercocok tanam dengan sistem ladang berpindah. Masyarakat menebang pohon masih menggunakan kapak.

Seiring meningkatnya kesejahteraan warga, penebangan pohon menggunakan kapak mulai ditinggalkan. Diganti dengan gergaji mesin. Bahkan pekerjaan mencari rotan di hutan sudah tidak seramai tahun 1983, karena masyarakat lebih tertarik untuk menambang batu bara secara manual.

Menurut keterangan warga, pemilihan nama menjadi Desa Salaman bukan tanpa alasan.
Pada saat wilayah itu masih belum mempunyai nama sudah banyak orang-orang yang menetap dan tinggal di situ. Tidak hanya penduduk asli, juga para pendatang yang tertarik untuk mencari nafkah di wilayah tersebut.

Keberadaan pendatang pada saat itu dirasakan oleh penduduk asli merupakan ancaman. Sering kali antara penduduk asli dan pendatang mengalami perselisihan yang mengakibatkan pada perkelahian. Bahkan sampai berujung pada kematian, baik korban dari pihak penduduk asli maupun dari para pendatang.

“Adanya pertikaian ini membuat para tokoh penduduk asli dan pendatang melakukan musyawarah dan mufakat untuk mencari penyelesaian damai dari kedua belah pihak,” ucap Ismail Fahmi, warga Pelaihari,
Rabu (7/8).

Dari seringnya terjadi musyawarah tersebut, pada saat pemekaran dari Desa Riam Adungan, mereka bersepakat untuk memilih nama desa dengan nama ‘Salaman’. “Mereka berharap agar setiap perselisihan di antara warganya dapat diselesaikan se cara damai,” tutupnya.

Editor: Eddy Hardiyanto

Editor : Arief
#asal usul #Tanah Laut #Desa #Sejarah