Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Tahulah Pian, Ada Kisah Horor Di Balik Nama Sirang Pitu di Tapin

Rasidi Fadli • Senin, 29 Juli 2024 | 09:28 WIB
JADI IKON: Nama Sirang Pitu sekarang jadi ikon. Salah satunya bundaran yang ada di pusat Kota Rantau juga memakai namanya.
JADI IKON: Nama Sirang Pitu sekarang jadi ikon. Salah satunya bundaran yang ada di pusat Kota Rantau juga memakai namanya.

Sirang Pitu, namanya sekarang sudah jadi ikon Tapin. Contoh pemakaian namanya, Bundaran Sirang Pitu yang ada di tengah Kota Rantau.

Bundaran tersebut dibangun tahun 2017 lalu, kerja sama Pemerintah Kabupaten Tapin dengan perusahaan yakni PT Antang Gunung Meratus.

Tugu tersebut dibuat dengan air mancur berbagai warna. Kini, jadi salah satu tempat nongkrong masyarakat, terutama pada malam hari.

Namun ternyata nama Sirang Pitu merupakan nama pohon. Tumbuhnya dulu di Desa Miawa, Kecamatan Piani.

Kepala Desa Miawa, Amat M mengakui asal pohon tersebut memang dari desanya. Sekarang juga dijadikan ikon di desanya. “Baik dari bangunan, perkumpulan, serta tempat olahraga, kebanyakan dinamai Sirang Pitu,” jelasnya.

Diceritakannya, Sirang Pitu adalah pohon sirang sejenis palam. Namun pohon sirang di sini unik, dalam satu kelompok ada tujuh. “Karena itu dinamai Sirang Pitu,” bebernya.

Keunikan lainnya, kalau satu dari tujuh pohon tersebut ada yang mati, beberapa bulan kemudian akan tumbuh lagi. “Pokoknya pohon tersebut ada tujuh terus,” bebernya.

Sebenarnya pohon sirang banyak tumbuh di hutan-hutan yang lain. Tapi, hanya di Desa Miawa saja satu kelompok ada tujuh. “Pohon yang tujuh ini tingginya bisa sampai 35 meter,” jelasnya.

Tujuh pohon sirang tersebut tergolong angker. Setiap kali ada warga yang kesurupan selalu menyampaikan bahwa makhluk tersebut dari Sirang Pitu. “Sekarang pohon tersebut sudah tidak ada lagi,” sebutnya.

Alasannya karena dulu saat mau membuat jembatan, pohon tersebut ditebang untuk digunakan sebagai salah satu konstruksinya. “Tapi saat di tebang, ada yang meninggal karena itu. Makanya termasuk pohon angker,” pungkasnya.

Editor: Eddy Hardiyanto

Editor : Arief
#Tahulah Pian #Tapin #horor #pohon #Sejarah