Tahulah Pian di Kotabaru ada suku pesisir yang melakukan pertunjukan unik. Berjalan di atas tali yang bawahnya adalah laut.
Nama suku tersebut adalah Suku Bajau Samah. Suku yang berasal dari Johor, Malaysia. Tempat berdirinya Kerajaan Bajau.
Ulasan mengenai suku ini pernah diangkat Radar Banjarmasin dengan Judul “Suku Bajau di Kotabaru, Pelaut dan Pengembara yang Ulung” yang terbit Senin, 8 Agustus 2022.
Budaya Titi Tali sering ditampilkan di Kotabaru. Dalam pertunjukannya, Titi Tali ini diperankan seorang pemuda laki laki. Ia berjalan di atas tali sepanjang kurang lebih 10-20 meter.
Sesekali, pemuda ini juga beratraksi melepaskan baju dan celananya yang digunakannya berlapis lapis. Tidak ketinggalan dalam pertunjukan ini musik pengiringnya yang menggunakan gamelan dan gendang ciri khasnya suku ini.
Biasanya, pertunjukan ini sering ditemukan di Siring Laut pada Minggu pagi.
Sosok panutan dalam masyarakat Suku Bajau Samah asal Desa Rampa Kotabaru, Kai Muchtar menjelaskan budaya Titi Tali asli dari Suku Bajau Samah yang banyak ditemukan di Desa Rampa Kotabaru.
Sejarahnya dulu Titi Tali ini merupakan kebiasaan masyarakat pesisir Suku Bajau di Kotabaru saat hendak mencari ikan. “Kalau dulu nelayan kami di sini meniti rotan yang terbentang di atas sungai maupun laut untuk sampai ke perahu mereka,” ungkapnya.
Sekarang hal itu diganti tali nilon atau lebih familiar dikenal dengan nama tali kapalnya nelayan. “Alhamdulillah Titi Tali ini sering ditampilkan di acara-acara besar Kotabaru. Bahkan beberapa kali kami difasilitasi Disparpora Kotabaru juga membawa budaya ini keluar daerah baik Banjarmasin maupun Jakarta di Taman Mini Indonesia,” bangganya.
Budayawan Kalsel, H Rudi Nugraha sangat mengapresiasi masyarakat Suku Bajau yang selalu mempertahankan adat dan istiadatnya sampai jadi pertunjukan. Menurutnya, atraksi Titi Tali Suku Bajau ini merupakan khasanah budaya yang harus dilestarikan di Kotabaru. Keunikan dan kepiawaian para pemainnya mampu menjadikan hal ini jadi ikon bagi kepariwisataan yang mengandalkan potensi pesisir dan kelautan.
“Alhamdulillah sekarang budaya Titi Tali ini sudah sangat dikenal baik di Kalimantan Selatan, bahkan di tingkat nasional selalu kita tampilkan untuk pengembangannya,” sebut Rudi Nugraha yang juga merupakan Kabid Event Pertunjukan dan Ekraf Disparpora Kotabaru.
Rudi berkomitmen budaya Suku Bajau akan selalu diperhatikan, terutama dalam perhelatan Festival Budaya Saijaan bulan Agustus yang akan datang. “Saya berharap, regenerasi mengenai pemain Titi Tali ini terus berlanjut. Terutama untuk kalangan muda agar budaya ini tetap ada, dan menjadi salah satu kebanggan Kotabaru,” tutupnya.
Editor: Eddy Hardiyanto
Editor : Arief