Tahulah pian, Banjar juga punya wadai-wadai basah ikonik. Salah satunya Putri Selat. Kue yang satu ini memikat selera, secantik namanya.
Putri Selat adalah kue tradisional khas Kalimantan Selatan. Kue basah ini terdiri dari tiga lapisan. Bahan utamanya dari tepung beras.
Salah seorang pembuat kue basah di Banjarmasin, Ani (44) mengatakan bahwa masing-masing lapisan kue ini memiliki cita rasa yang berbeda. Lapis paling bawah terbuat dari tepung beras, kelapa parut setengah tua, dan santan kental. Lapis pertama ini bercita rasa creamy dan wangi, berasal dari sari kelapa. Tampilannya berwarna putih.
Lapis kedua terbuat dari tepung beras, terigu, gula merah, santan kental, telur, vanili dan garam. Rasanya manis legit dengan aroma khas wangi gula aren.
Sedangkan lapis ketiga terbuat dari santan kental, tepung beras dan sedikit garam. Rasanya cenderung gurih dan creamy. “Lapisan teratas ini untuk mengimbangi rasa lapis kedua yang manis,” ujar warga Sungai Andai, Banjarmasin Timur itu.
Putri selat dimasak dengan dikukus. Lapisan demi lapisan dimasak bertahap. Ditempatkan pada loyang khusus kue basah.
Tak jelas kenapa kue ini dinamakan Putri Selat. Yani memperkirakan, karena adonan manis berada di dua adonan gurih dan creamy. “Seperti perandaian selat, yakni laut di antara dua pulau. Mungkin nama kue ini semacam pengibaratan,” terka Yani.
Kue ini kerap muncul di bulan Ramadan. Karena manis, putri selat cocok menjadi takjil. “Selain Ramadan, putri selat kadang dapat dijumpai di pasar-pasar tradisional atau dipesan terlebih dahulu,” ujarnya.
Tekstur kue ini lembut dengan sedikit serat di lapisan terbawahnya. Karena berbahan kelapa parut. Kue ini juga cocok dikonsumsi untuk sarapan maupun untuk menemani kopi dan teh.
Harga jual putri selat biasanya tergantung ukuran. Biasanya berkisar antara Rp10.000-Rp15.000 per potong.
Di beberapa artikel menyebutkan bahwa kue ini juga terdapat di daerah lainnya. Seperti di Pulau Sumatera, bahkan hingga ke Malaysia dan Singapura.
Editor: Eddy Hardiyanto
Editor : Arief