Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Tahulah Pian, Sekolah Khusus Memproduksi Pekerja Tambang Batu Bara di Binuang Tapin

Rasidi Fadli • Selasa, 25 Juni 2024 | 09:15 WIB
BERKEMBANG: SMKN 1 Binuang yang berada di Kecamatan Binuang saat ini sudah berkembang.
BERKEMBANG: SMKN 1 Binuang yang berada di Kecamatan Binuang saat ini sudah berkembang.

Tahulah pian, ada sekolah yang menghasilkan pekerja-pekerja di bidang pertambangan batu bara. Sekolah itu berada di Jalan Oscar, Pualam Sari, Kecamatan Binuang. Namanya, SMKN 1 Binuang.

Kalau menengok sejarahnya, sekolah kejuruan ini baru 14 tahun berdiri. Tepatnya 15 Oktober 2010 lalu, lewat Surat Keputusan (SK) Bupati saat itu.

Hingga sekarang, baru ada tiga kepala sekolah yang menjabat di sekolah ini. Pertama, Bambang Susanto menjabat dari tahun 2010-2017. Kedua, M Yusuf Wahyudi menjabat dari 2017-2022.

Ketiga, Satriya Afrida menjabat dari tahun 2022 sampai sekarang.

Satriya Afrida menceritakan awal mula sekolah ini berdiri karena dulu sekolah kejuruan masih belum ada di Binuang. Padahal sekolah kejuruan bisa membantu menyiapkan tenaga kerja sesuai dengan kebutuhan daerah. Khususnya Binuang sebagai daerah tambang. “Karena itu, sekolah ini dibangun,” tuturnya.

Pada awal proses pendirian, SMK Binuang menumpang di SD terdekat. SD Pualam Sari. Di sana kebetulan masih ada kelas kosong. “Awalnya juga hanya dua jurusan, yaitu Geologi Pertambangan dan Teknik Alat Berat,” tuturnya.

Setelah satu semester berjalan, Kepala Desa waktu itu dijabat H Anang menghibahkan tanah Desa Pualam Sari yang bernama Sanggar 1 dan Sanggar 2 untuk SMK Binuang. Hibah ini demi memajukan pendidikan di daerahnya. 

“Karena masih dalam tahap rintisan, gedung sekolahnya pun berupa bangunan kayu yang sempat dijuluki ‘Laskar Pelangi’ dengan pembelajaran berlangsung seadanya,” kenangnya.

Pelan-pelan pemerintah daerah mulai membantu. Diawali dengan pembangunan dua ruang kelas dan kantor guru. “Saat itu peralatan praktik pun masih belum ada,” tuturnya.

Tiga tahun kemudian, tepatnya tahun 2013, dibuka kembali dua jurusan. Tata Busana dan Multimedia. “Perkembangan SMK 1 Binuang dari tahun ke tahun semakin maju. Jurusan baru, multimedia menjadi jurusan favorit pada awal perkembangannya,” tuturnya.

Hingga tahun 2017, ada perubahan birokrasi. SMA sederajat dikelola oleh pemerintah provinsi. SMK akhirnya juga di bawah naungan Disdikbud Provinsi Kalsel. “Meski demikian, tidak menutup akses SMK untuk tetap menjalin kerja sama dengan Pemkab Tapin,” tuturnya.

Seiring pesatnya perekonomian yang ditopang sektor pertambangan di Tapin, ternyata jurusan Teknik Alat Berat menjadi jurusan paling diminati hingga saat ini. “Pada tahun 2022, pemerintah pusat melalui dana DAK memberikan bantuan RPS Multimedia dan RPS Teknik Alat Berat beserta peralatannya,” tuturnya.

Hingga 2023 tadi, jurusan baru kembali dibuka yaitu Teknik Kendaraan Ringan. Tujuannya untuk menopang jurusan Teknik Alat Berat. “Setahun kemudian kita jadi pusat keunggulan yang mendapat bantuan khusus dari pemerintah pusat,” jelasnya. Ini sebagai salah satu SMK Pusat Keunggulan di Tapin, dan sebagai sekolah yang menjadi centre of excellent.

Satriya Afrida menegaskan SMK Binuang berkomitmen untuk terus berkontribusi bagi warga sekolah dan mencetak alumni yang unggul dan berkarakter sesuai tuntutan masyarakat, dunia kerja, dan industri. Bahkan, menyiapkan tenaga kerja yang kompeten di bidangnya.

“Harapannya adalah agar daerah tidak perlu mencari tenaga dari luar dalam mencari tenaga kerja,” tuntasnya.

Editor: Eddy Hardiyanto

Editor : Arief
#Sekolah #Tahulah Pian #Tapin #Tambang #SMK