Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Tahulah Pian, Tradisi Mangilan Lidi di Candi Agung Amuntai Hulu Sungai Utara

M Akbar • Senin, 24 Juni 2024 | 08:18 WIB
Photo
Photo

Masih di kawasan Kompleks Candi Agung Amuntai, terdapat sebuah tempat yang diyakini sebagai tempat Pertapaan Pangeran Suryanata. Tempat itu berupa susunan batu gunung yang membentuk lingkaran. Biasa dikunjungi ketika ada pelancong yang datang ke kawasan candi.

Dari cerita rakyat yang diceritakan secara turun temurun, dari lokasi pertapaan Pangeran Suryanata itu dapat mewujudkan keinginan seseorang. Caranya, dengan berdoa sembari menusukkan bilah lidi ke dalam tanah di tempat pertapaan.

Sebelum ditusukkan, pengunjung dianjurkan untuk mengukur lidi sepanjang satu jengkal tangan. Mangilan lidi, istilahnya. Setelah berdoa, lidi yang sebelumnya dibenamkan tersebut ditarik dan diukur kembali oleh si pemilik hajat. Baca Juga: Tahulah Pian, Tokoh Proklamator Bung Hatta Pernah Duluan Datang ke Candi Agung Amuntai

Apabila lidi tersebut bertambah panjang, maka nazar atau keinginan sang pemilik permohonan akan dikabulkan. Sementara apabila lebih pendek artinya nazar belum terkabul.

Juru Pelihara Candi Agung, Firli mengatakan percaya atau tidak, hal ini kembali ke diri masing-masing.

Pernah ada saja peziarah yang sama kembali datang ke tempat itu. Mereka datang kembali, karena hajatnya terkabul. “Saya merasa, ini karena berkat doa dan usaha mereka. Petilasan ini hanya sebuah perantara," ujarnya.

Lantas, sejak kapan tradisi itu berlangsung? Firli mengaku tidak mengetahuinya. "Tapi tradisi ini sudah lama berlangsung di daerah ini," tuntasnya.

Editor: Eddy Hardiyanto

Editor : Arief
#Budaya #candi #Tahulah Pian