Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Tahulah Pian, Jaruk kembang tigarun Hanya Muncul Pada Musim Hujan

Tia Lalita Novitri • Kamis, 13 Juni 2024 | 14:59 WIB

 

LALAPAN BANJAR: Bukan orang Banjar namanya bila belum pernah mencicipi jaruk kambang tigarun.
LALAPAN BANJAR: Bukan orang Banjar namanya bila belum pernah mencicipi jaruk kambang tigarun.

KULINER Kalimantan Selatan tidak selalu tentang soto Banjar. Menu pelengkapnya juga populer, salah satunya jaruk kambang tigarun.

Jaruk kembang tigarun adalah lalapan khas Banjar. Diolah dari kembang tigarun, nama latinnya Crataeva Adansonii.

Tanaman ini tergolong tumbuhan tropis. Pohonnya berdaun hijau lebat. Berbunga pada musim hujan saja.

"Sehingga panganan berbahan tigarun hanya ditemukan pada musim tertentu," ujar Dodi, pedagang di Pasar Ahad Kertak Hanyar, Banjar.

Cara mengolahnya sederhana. Pertama, siapkan kembang tigarun, bawang merah, cabai rawit, garam dan air panas. 

Kembang tigarun dibersihkan, ambil bagian mudanya. Masukkan ke dalam toples, lalu masukkan air panas yang telah dilarutkan dengan garam sesuai selera.

"Tuang air panas ke toples hingga tigarun benar-benar terendam," ujarnya.

Setelah itu, taburkan irisan bawang merah dan cabai rawit. Selanjutnya tinggal direndam. "Diamkan selama 3-6 jam," tambah Dodi.

Proses perendaman akan membuat sayur ini layu dan menyerap cita rasa asin dari air rendaman.

Jaruk kembang tigarun itu pun siap disantap. Dodi menyarankan, lalapan ini paling enak dicocol ke sambal terasi.

"Biasanya melengkapi gorengan atau bakar-bakaran ikan haruan, patin, atau papuyu," ujarnya.

Jika sudah musim, jaruk kambang tigarun dapat ditemukan di sejumlah warung makanan khas Banjar.

Bila ingin bikin sendiri, kembang tiguran banyak dijual di lapak sayur pasar lokal.

"Biasanya ada di lapak pedagang sayur lokal yang berjualan keladi, genjer, dan kangkung sungai," tutup Dodi.

 

Editor: Syarafuddin

Editor : Muhammad Helmi
#Wisata Kalsel #Tahulah Pian #Kuliner