Sebelum Batulicin menjadi Ibu Kota Kabupaten Tanah Bumbu, Pagatan pernah memegang status tersebut di era pemerintahan Hindia Belanda.
Sebagai pengantar, peta Kalimantan di era kolonial Belanda bukanlah seperti sekarang. Kala itu, pulau ini terbagi menjadi dua karesidenan.
Pertama, Karesidenan Westerafdeeling van Borneo yang terdiri dari empat afdeeling: Pontianak, Singkawang, Sintang, dan Ketapang.
Kedua, Karesidenan Zuider en Oosterafdeeling van Borneo. Karesidenan ini memiliki beberapa afdeeling, termasuk Afdeeling Banjarmasin yang membawahi sejumlah onderafdeeling. Dua di antaranya adalah Tanah Bumbu dan Pulau Laut.
Pada 1912, Karesidenan Zuider en Oosterafdeeling van Borneo dimekarkan menjadi lima afdeeling, salah satunya adalah Afdeeling Pesisir Borneo Tenggara (Zuidoost-kust van Borneo). Wilayah ini dibagi menjadi onderafdeeling Pasir, Pulau Laut, dan Tanah Bumbu Selatan.
Pada 1 Juli 1912, Kerajaan Pagatan dan Kusan resmi dilebur ke dalam Rechtreeks Bestuurgebied Hindia Belanda. Ini menandai berakhirnya pemerintahan kerajaan di kedua wilayah tersebut. Rechtreeks Bestuurgebied berarti daerah ini diperintah langsung oleh Belanda.
Sebelum peleburan itu, beberapa kerajaan kecil di Tanah Bumbu telah terlebih dahulu dihapuskan. Seperti Cantung, Sampanahan, Manunggal, Cengal, Sebamban, dan Pulau Laut. Penghapusan ini dilakukan melalui Staatsblad van Nederlandisch Indie 1903 Nomor 179.
Pada 1912, Kerajaan Pagatan dan Kusan, Batulicin, serta Sebamban dimasukkan ke dalam onderafdeeling Tanah Bumbu Selatan dengan ibu kota Pagatan. “Sejak saat itu, Pagatan dipimpin seorang Kontrolir,” kata Dosen sejarah FKIP Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Mansyur.
Kontrolir merupakan salah satu jabatan birokrasi di era Hindia Belanda yang berperan sebagai penghubung antara pemerintah kolonial Belanda dengan pribumi. Kontrolir bertanggung jawab atas pengawasan pemerintah Hindia Belanda hingga tingkat paling rendah. Secara hierarki, jabatan di bawah kontrolir adalah ajun kontrolir, kliwon, penewu, demang, mantri, dan rangga.
Editor: Sutrisno
Editor : Arief