Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Tahulah Pian, Ada Situs Batu Ular di Objek Pariwisata Tahura Sultan Adam

M Fadlan Zakiri • Rabu, 5 Juni 2024 | 09:08 WIB
BATU TUA: Susunan batuan purba di kawasan objek pariwisata Tahura Sultan Adam bernama Situs Batu Ular.
BATU TUA: Susunan batuan purba di kawasan objek pariwisata Tahura Sultan Adam bernama Situs Batu Ular.

MARTAPURA - Situs Batu Kulit Ular merupakan situs bebatuan purbakala yang berlokasi di Desa Mandiangin, Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar.

Lokasi ini dapat ditempuh sekitar 6 km dengan menggunakan kendaraan roda dua maupun empat dari Pusat Informasi Geopark di Kota Banjarbaru.

Bebatuan yang menonjol ke permukaan di puncak Gunung Mandiangin ini menarik peneliti mancanegara, lantaran sudah terbentuk lebih ratusan juta tahun.

Berdasarkan data yang tertulis di situs meratusgeopark.org, situs yang berada ketinggian sekitar 400-600 meter di atas permukaan laut ini tersusun atas batuan serpentinite.

Jenis batu tersebut merupakan bagian dari Kelompok Batuan Ultrabasa yang berumur 180-152 juta tahun yang lalu (Jura Tengah).

Warna batuan serpentinite di lokasi ini didominasi dengan warna hijau keabu-abuan, sehingga terlihat seperti kulit ular. Lantas digunakan sebagai dasar penamaan lokasi ini, yakni Situs Batu Ular.

Pada kurun waktu Jura Tengah masih terjadi proses penunjaman Kerak Benua Paternoster terhadap Sundaland. Mendekatnya kedua kerak benua tersebut sehingga terjadi Pre-Kolisi terhadap Mikrokontinen Paternoster oleh Blok Sulawesi Selatan yang menyebabkan mulai berhentinya kegiatan vulkanisme Pegunungan Schwaner.

Bebatuan ini merupakan warisan geologi yang sangat penting. Ini sebagai perwujudan batuan tua di Pegunungan Meratus yang telah terangkat ke permukaan.

Daya tarik utamanya, selain kehadiran keragaman geologi seperti batuan, bentang alam pegunungan Meratus bagian Selatan yang terdiri atas lembah dan perbukitan yang dikontrol patahan-patahan tua ini menambah keindahan situs ini.

Semua itu merupakan bagian proses pembentukan pegunungan Meratus yang kini dijaga dan dikelola dengan baik oleh Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel.

Dinas Kehutanan Kalsel lewat UPT Tahura Sultan Adam pun menjadikan situs batu kulit ular tersebut sebagai salah satu daya tarik wisata dengan sarana yang sangat baik. Bahkan dilengkapi panel informasi dari Badan Pengelola Geopark Pegunungan Meratus.

Situs tersebut kini menjadi bagian dari objek pariwisata Tahura Sultan Adam yang sebelumnya ditetapkan melalui Keppres RI Nomor 52 tahun 1989 tanggal 18 Oktober 1989. Selanjutnya pada tahun 2003, Surat Keputusan (SK) Gubernur tentang Pembentukan Badan Pengelola Tahura Sultan Adam.

Dilanjutkan pada tahun 2008, keluar Peraturan Gubernur (Pergub) tentang pembentukan Unit Pelaksanaan Tugas (UPT) Tahura Sultan Adam. Pada tahun 2010, dikeluarkan Surat Keputusan (SK) Menteri Kehutanan tentang penetapan Tahura Sultan Adam.

Editor: Eddy Hardiyanto

Editor : Arief
#Wisata #Destinasi #Banjar #Tahulah Pian