Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Tahulah Pian, Asal Mula Kampung Pada Wanyi di Selatan Pelaihari

Norsalim Yahya • Senin, 3 Juni 2024 | 11:06 WIB
BATAS DESA: Gerbang masuk Desa Sungai Riam Kecamatan Pelaihari yang berbatasan dengan Kelurahan Karang Taruna.
BATAS DESA: Gerbang masuk Desa Sungai Riam Kecamatan Pelaihari yang berbatasan dengan Kelurahan Karang Taruna.

Tahulan pian, di era tahun 1980-an, masih sering kita dengar orang menyebut nama sebuah kampung dengan sebutan "Pada Wanyi". Kampung ini terletak di sebelah selatan Kota Pelaihari. Sekarang lebih dikenal dengan sebutan Desa Sungai Riam.

Istilah Pada Wanyi ini muncul ada dua versi. Menurut cerita orang tua dulu, Pada Wanyi berkaitan dengan nama hutan yang lebat. Ada pula yang berkaitan dengan nama sebuah buah.

"Beberapa ratus tahun lalu, Pada Wanyi atau Sungai Riam adalah sebuah hutan ulin yang sangat lebat. Saking lebatnya hutan ulin tersebut, sehingga digambarkan seperti kerumunan lebah (wanyi), sehingga masyarakat menyebut hutan tersebut dengan sebutan hutan padang wanyi," ungkap Ismail Fahmi, warga Pelaihari.

Sedangkan versi lain menyebutkan bahwa pada zaman dahulu di hutan tersebut banyak pohon buah wanyi. Buah wanyi ini adalah satu buah-buahan asli hutan Kalimantan, selain buah kasturi atau buah lai.

Buah ini bentuknya sekilas seperti buah kedondong atau buah mangga pada umumnya. Namun yang membedakannya adalah warna dari daging buah wanyi itu sendiri. "Daging buah wanyi memiliki warna putih, dan di tengahnya terdapat biji yang cukup besar berwarna oranye," sebut Fahmi.

Buah wanyi memiliki rasa yang manis keasam-asaman. Ciri khasnya adalah memiliki bau yang sangat tajam. "Apabila kena getah pohonnya efeknya akan menimbulkan gatal-gatal. Namun sekarang buah ini sangat sulit didapatkan," tuturnya.

Dari dua versi cerita tersebut menjadi latar belakang penyebutan Kampung Padang Wanyi. Namun, karena pengucapan logat Banjar yang cepat, sehingga terdengar seperti kata Pada Wanyi.

Bahkan penyebutan Kampung Padang Wanyi ini sudah dikenal pada masa Hindia Belanda. Sebutan Padang Wanyi juga dapat ditemukan pada peta lama Hindia Belanda yaitu peta De Kleine dan Atlas Der Geheele Nederlands Indie.

Perubahan nama Kampung Padang Wanyi terjadi di era tahun 1958-1960-an. Saat ini kampung tersebut menjadi Desa Sungai Riam.

Editor: Eddy Hardiyanto

Editor : Arief
#asal usul #nama daerah #Tanah Laut #Tahulah Pian