Pasar Pandahan dulunya salah satu pusat perdagangan jalur sungai yang ada di Kabupaten Tapin. Namun pasar tersebut sudah punah. Lokasi yang dahulu jadi pasar, sekarang berubah jadi permukiman warga.
Di lokasi tersebut sekarang, juga ada bangunan Kantor Desa Pematang Karangan Hilir Kecamatan Tapin Tengah, PAUD Noor Rezki, dan TK Penerus Bangsa 1.
Ahmad Fanani menceritakan pasar itu tumbuh sekitar tahun 1960. Mulai tidak berfungsi sejak tahun 1975. “Sebabnya dulu pengerukan sungai. Jadi tidak bisa lagi orang menyeberang,” tuturnya.
Namun, pasar ini sempat pindah ke persimpangan jalan. Berhubung jalan sudah bisa diakses, pasar ini sedikit demi sedikit meredup. “Hingga sekarang sudah kenangan saja lagi,” paparnya.
Kakek berumur 72 tahun ini menjelaskan lokasi ini dijadikan sebagai pusat perdagangan jalur sungai, karena rata-rata pedagang yang datang menggunakan kapal. “Pasarnya setiap Selasa. Jadi Senin malam sudah datang, pedagang nginap untuk berjualan paginya,” ucapnya.
Tidak hanya pedagang dari luar yang berjualan, warga sekitar juga ikut. Terutama menjual hasil kebun masing-masing. “Jadi kalau membeli barang saat pasar, keperluannya harus sampai satu Minggu. Karena pasarnya hanya sepekan sekali,” tuturnya.
Pasar mengelilingi sungai dengan panjang sekitar 150 meter dan lebar 70 meter ini juga salah satu pusat kegiatan masyarakat. “Yang jelas jadi pusat hiburan kita. Banyak acara di sana, mulai dari opera, Mamanda, pemutaran film, maupun tempat menampilkan kesenian lainnya,” jelasnya.
Berhubung pasar sudah tidak ada lagi, masyarakat sempat menjadikan lokasi tersebut sebagai lapangan sepak bola. “Tapi sekarang sudah berubah jadi permukiman kita,” paparnya.(dly/gr/dye)
Editor: Eddy Hardiyanto
Editor : Arief