Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Mengenal Kawasan Kayutangi Banjarmasin, Ini Sejarahnya.. 

Sutrisno • Rabu, 13 Maret 2024 | 03:30 WIB

BUNDARAN: Bundaran Kayutangi menjadi ikon kawasan ini yang terus bertumbuh menjadi sentra pendidikan dan ekonomi. (Foto: Hairunnisa)
BUNDARAN: Bundaran Kayutangi menjadi ikon kawasan ini yang terus bertumbuh menjadi sentra pendidikan dan ekonomi. (Foto: Hairunnisa)
Apakah warga Banjarmasin tahu dan mengenal nama Kayutangi? Jawabnya mungkin iya. Sepertinya hampir semua warga Banjarmasin tahu dan mengenal nama kawasan Kayutangi. Tapi saat ditanya di manakah Jalan Hasan Basry, boleh jadi tak semua orang tahu secara persis di mana jalan ini berada.

Ya, bila menyebut nama Jalan Hasan Basry tak semua orang tahu. Tapi bila menyebut nama Kayutangi, hampir dipastikan semua orang tahu dan mengenalnya.

Padahal, Kayutangi bukanlah nama jalan, melainkan nama komplek yang berada di kawasan Jalan Hasan Basry. Lalu, dari mana asal usul Kayutangi yang lebih populer dibandingkan nama Jalan Hasan Basry.

Jalan Hasan Basry lebih yang dikenal dengan sebutan Kayutangi ini menghubungkan Kota Banjarmasin dan Kabupaten Barito Kuala. Sejarah nama Kayutangi bermula dari pembangunan kawasan pinggiran Kota Banjarmasin di akhir tahun 60-an.

Ketika itu dibangun jalan untuk membuka kawasan yang dulunya masih berupa rawa. Jalan itu diberi nama Jalan Brigjend H. Hassan Basry, diambil dari nama seorang pahlawan asal Kalsel di masa perjuangan kemerdekaan.

Konon, pembangunan Jalan Hasan Basry dimulai sejak era Pelita I pada tahun 1968 hingga tahun 1973. Dulu Kayutangi masih daerah rawa. Belum ada pembuatan akses Jalan pada masa itu. Masyarakat di kawasan Kayutangi memakai transportasi jukung karena masih ada aliran sungai pada masa itu.

"Rumah di sana juga masih dari kayu. Sejak ada pembuatan akses jalan dan mulai ada pembangunan, daerah Kayutangi semakin berkembang sampai sekarang. Banyak masayarakat yang mulai tinggal dan menetap di daerah Kayutangi," ucap Abdul Karim, selaku Ketua RT 21 Kayutangi II yang sudah lama tinggal di daerah Kayutangi.

Pembangunan Jalan Hasan Basry membuat kawasan ini terus berkembang. Bahkan, kampus tertua dan pertama di Kalimantan juga dibangun di kawasan Jalan Hasan Basry.

Seiring waktu di kawasan ini juga dibangun perumahan KPR pertama di Banjarmasin dengan sebutan Komplek Kayutangi. Ada dua komplek perumahan yang dibangun di kawasan Jalan Hasan Basry, yaitu Kayutangi I dan Kayutangi II.

Perumahan KPR Kayutangi ini dibangun bersamaan dengan Perumahan Beruntung Jaya di kawasan Jalan A Yani km 6. Ada sekitar 50 sampai 80 rumah yang dibangun di perumahan Kayutangi I dan II yang dibagi menjadi dua jalur. Sampai saat ini penghuni pertama di perumahan Kayutangi ini telah banyak berganti penghuni baru atau berubah menjadi kos mahasiswa.

Sejak pembangunan Komplek Kayutangi itulah nama Jalan Hasan Basry lebih dikenal dengan sebutan Kayutangi. Saat ini kawasan Kayutangi atau Jalan Hasan Basry terus berkembang pesat. Banyak perumahan baru, gedung perkantoran, rumah sakit, kampus yang berdiri di kawasan ini.

Bahkan, kawasan Kayutangi dikenal sebagai kawasan pendidikan yang dihuni oleh mahasiswa dari berbagai kampus di sekitar Kayutangi.

Merujuk dari catatan sejarah, Kayutangi dulunya adalah sebutan untuk sebuah kawasan pada masa Kesultanan yang berada di sebelah barat Martapura. Pascakonflik dengan VOC pada tahun 1612 yang menghancurkan istana, Sultan Mustainbillah terpaksa memindahkan pusat pemerintahan ke Desa Teluk Selong Ulu yang dulunya dikenal dengan nama Kayutangi.

Daerah Kayutangi ini pernah menjadi ibukota kerajaan, yaitu pada saat penjajah Belanda menyerang dan menghancurkan keraton Banjar di Banjarmasin (1612 M). (hairunnisa/tof)

Editor : Sutrisno
#martapura #banjarmasin #barito kuala #Sejarah