Tahulah pian nasi salek? Panganan yang satu ini adanya di Martapura, Kabupaten Banjar.
Contohnya, nasi salek disajikan dalam hajatan keluarga yang bermukim di Pasayangan, Kecamatan Martapura, beberapa pekan lalu. Dari penuturan tuan rumah, nasi ini sudah menjadi salah salah satu kekayaan kuliner di Martapura. Jenisnya mirip seperti nasi samin, atau nasi arabian lainnya.
Mengulik ulasan tentang nasi salek, sejumlah kreator menyebutkan bahwa nasi ini memang diadaptasi dari masakan Arab. Tak heran jika metode dan rasanya kaya cita rasa rempah.
Salah seorang pembuat nasi salek, Aisyah menuturkan metodenya tak jauh berbeda dengan cara memasak nasi samin. “Rempah dicelupkan ke beras yang akan ditanak,” bebernya.
Rempahnya apa saja? Ada bawang merah, bawang putih, bawang bombai, cabai merah besar, tomat, jahe dan minyak samin. Bahan ini diiris tipis dan tumis hingga wangi.
Setelah itu, masukkan sekaleng kecil susu segar 189 ml dan ayam potong. Tambahkan garam dan celupkan rempah sop kering. Diamkan sebentar hingga wangi. “Selanjutnya, bumbu tumis dan ayam tadi dimasukkan ke panci beras yang hendak diaron,” ujar Aisyah.
Campurkan semua bumbu tumis ke panci nasi yang hendak dimasak setengah matang. Aduk perlahan sembari mengaron. “Cek ricek rasa agar pas,” sarannya.
Jika air beras menyusut dan teksturnya sudah setengah matang, maka matikan kompor. Bersiap ke tahap selanjutnya, mengukus nasi hingga matang. “Penting agar menambahkan daun pisang di bawah saringan panci,” beber Aisyah.
Sebab, daun pisang ini akan menambah aroma khas pada kukusan nasi. Kukus beberapa saat, nasi ini pun siap dikonsumsi.
Pasangannya boleh lauk apa saja. Ikan atau ayam goreng misalnya. Atau sekadar ayam yang telah direbus bersamaan dengan bumbu tadi. “Ayam karih juga bisa,” tambahnya.
Aisyah membeberkan, nasi salek masih mudah dijumpai di kawasan Pasayangan dan Keraton, Martapura. Biasa terjual di pagi hingga siang hari. Harganya masih terjangkau layaknya nasi kuning. “Cocok dikonsumsi kapan saja,” ujarnya.
Penyajiannya lebih nikmat jika ditambahkan dengan acar, bawang goreng, dan sambal. Aromanya yang gurih bikin penikmatnya kenyang tak tanggung-tanggung.
Editor: Eddy Hardiyanto
Editor : Arief