Lari balok merupakan sebuah olahraga tradisional. Adu kecepatan dalam menempuh suatu jarak di atas empat balok kecil menyerupai batu bata.
Salah satu tokoh pelestari permainan tradisional yang pernah menerima pin emas anugerah kebudayaan Indonesia 2020, Muhammad Suriani mengungkapkan bahwa lari balok sebenarnya dulu kala adalah sebagai media bagi masyarakat Hulu Sungai maupun Banjar untuk menghindari tanah becek atau licak.
“Karena tanah kita adalah rawa, makanya balok ini digunakan orang bahari menghindari tanah becek itu. Orang bahari juga jarang ada yang pakai sendal,” ungkapnya.
Suriani ingat dulu orang tuanya bilang itu namanya betiti kayu. “Memang digunakan sebagai media untuk berjalan di atas tanah yang becek,” tambahnya.
Olahraga ini menguji kelincahan, keseimbangan, kecepatan, koordinasi gerakan, serta konsentrasi yang baik. Dalam permainan ini, setiap langkah yang diambil pemain harus diikuti dengan pemindahan satu balok dari belakang ke posisi depan sebagai tempat berpijak dengan posisi berjongkok. Pola ini diulang sampai pemain mencapai garis finis.
Alat yang digunakan dalam permainan ini sangat sederhana. Balok dengan ukuran panjang sekitar 25 sentimeter, lebar 9 sentimeter, dan tebal sekitar 4 sentimeter dengan berat sekitar 50 sampai 100 gram.
Untuk memainkannya diperlukan lapangan atau ruang terbuka dengan panjang sekitar 15 meter dan lebar 7,5 meter. Lapangan ini dibagi menjadi lima garis lintasan, masing-masing dengan lebar 1,5 meter.
Mengenai nama lari balok, menurut Suriani, memang sudah ditetapkan secara nasional. Permainan atau olahraga ini namanya berbeda-beda setiap daerah. Sejarah permainan lari balok, atau lebih dikenal dengan istilah "hurdle racing," mengalami perkembangan sepanjang waktu.
Perlombaan lari balok adalah salah satu cabang olahraga atletik dengan melibatkan pelari yang harus melompati rintangan berbentuk balok atau disebut "hurdles." “Untuk di Banjar sendiri budaya ini sudah dikenal sejak ratusan tahun lalu,” katanya.
Seiring berjalannya waktu, budaya ini perlahan menjadi permainan anak, hingga kini menjadi olahraga. “Bisa dikatakan lari balok sebagai salah satu olahraga atletik. Untuk anak-anak sendiri bagus untuk melatih motoriknya, dan mampu membuat anak lebih cerdas,” katanya.
Jadi, jangan sampai kalah kaprah. Lari balok ini bukan permainan lari membawa balok. “Kalau orang tidak tahu, mungkin akan berpikiran seperti itu. Tapi, ini adalah permainan adu kecepatan, ketangkasan, serta melatih konsentrasi lebih baik dengan berlari di atas balok,” tuntasnya.
Editor: Eddy Hardiyanto
Editor : Arief