MARTAPURA – Simpang tiga Haji Duan mencuat namanya saat Haul Guru Sekumpul, baru-baru tadi. Tahulah pian, siapa Haji Duan ini?
Ruas Jalan Mataraman-Sungai Ulin menjadi alternatif akses jemaah Haul Guru Sekumpul yang datang maupun pulang ke wilayah Banua Enam hingga ke Kalteng dan Kaltim.
Namun, titik temu antara Jalan Mataraman-Sungai Ulin berada di Jalan A Yani Kilometer 54, Desa Banua Anyar. Masyarakat setempat lebih mengenalnya dengan sebutan Simpang Tiga Haji Duan.
Pembakal Banua Anyar, Didi Wahyudi mengatakan penyebutan Simpang Tiga Haji Duan tersebut sudah berlaku sejak lama. Bahkan, sebelum ruas jalan Mataraman-Sungai Ulin diresmikan.
Haji Duan ini warga asli Banua Anyar. Salah satu tokoh di situ. “Rumah beliau persis sebelah kanan di pertigaan jalan itu. Makanya banyak yang mengenal Simpang Tiga Haji Duan," ucap Didi, Jumat (2/2).
Haji Duan atau Haji Riduan dikenal dengan sosok yang dermawan. Meskipun usianya diperkirakan sudah 70-an, Haji Riduan masih gagah untuk mengurus sebuah bisnis dari rumahnya. "Haji Duan merupakan seorang pengusaha tambang. Beliau juga punya rental mobil, hingga alat berat,” ungkap Didi. Sebelum jalan Mataraman-Sungai Ulin mulus seperti sekarang, Haji Duan turut membantu menurunkan alatnya. “Supaya jalan tersebut bagus," terang Didi.
Sebelum menjadi seorang pengusaha terkenal seperti sekarang, ujar Didi, sosok Haji Duan dulunya seorang sopir biasa. "Pekerjaan beliau macam-macam dilakoni. Mulai dari sopir, hingga sekarang menjadi seorang pengusaha," katanya.
Sebelum Didi pindah ke Banua Anyar, Haji Duan juga pernah menjadi Pembakal Banua Anyar. "Saya lupa tahun berapa," ucapnya.
Rumah Haji Duan yang persis berada di sebelah kanan simpang tiga itu tampak luas dan asri. Rumah itu bertingkat dua, dicat warna kejinggaan dan sekeliling rumah berpagar beton yang ditumbuhi tanaman merambat hingga menambah kesan asri dari luar.
Editor: Eddy Hardiyanto
Editor : Arief