Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Tahulah Pian, Keunikan Grup Musik Gangsa Swara dari Kotabaru

Jumain Radar Banjarmasin • Senin, 27 November 2023 | 10:35 WIB
TAHULAH PIAN: Grup Musik Gangsa Swara dari Kotabaru menghibur bule yang sedang berlibur di Bali.
TAHULAH PIAN: Grup Musik Gangsa Swara dari Kotabaru menghibur bule yang sedang berlibur di Bali.

 

Tahulah Pian, di Kabupaten Kotabaru ternyata ada sebuah grup musik etnik yang sangat unik. Mereka menggabungkan antara musik tradisional dan musik modern.

Grup musik ini sudah lumayan terkenal di Kalimantan Selatan. Bahkan sudah pernah tampil di beberapa kota di Indonesia. Di antaranya Bali, Semarang, dan kota-kota lainnya.

Nama grup musiknya Gangsa Swara. Mereka bisa mengiringi musik genre apapun. Mulai dari musik tradisional yang ada di Indonesia, mengiringi tarian, band, pop, dangdut, dan bahkan jazz.

Alat musik yang digunakannya seperti keyboard, panting, biola, babun, kenong, terompet, tamtam, ditgeridoo, terbang, dan alat musik tradisional lainnya.

Grup Musik Gangsa Swara didirikan Wiwin Adi Saputra atau dikenal Iwin Barikin. Ia mengatakan dirinya adalah seniman dari pedalaman kampung.

Iwin Barikin ketika pertama kali ditemui Kamis (23/11) tadi, terlihat berbadan gempal, rambutnya gondrong, dan agak sangar. Ternyata sangat santai ketika diajak diskusi. Gaya bicaranya layaknya seorang seniman, tidak suka terlalu serius. Iwin menyebut Barikin adalah nama desa yang ada di Barabai, Hulu Sungai Tengah. Tepatnya di Kecamatan Haruyan.

Gangsa Swara didirikannya tiga tahun lalu. Sebelumnya, ia resah dengan musik tradisional Banjar maupun Dayak yang kurang diminati pemuda di zaman sekarang. Setelah berkomunikasi dengan temannya sesama seniman, akhirnya diputuskan membuat suatu grup musik tradisional yang tidak kampungan.

Gangsa Swara sekarang sudah mempunyai karya berjudul Alas Bacalatun dan Samah. Ini musik eksperimental. “Alhamdulillah selama berdirinya Gangsa Swara ini, sudah pernah berkolaborasi dengan Ratna LIDA, dan Novia Bachmid yang memviralkan lagi Paris Barantai dengan menggunakan musik tradisional modern nusantara,” ucapnya bangga.

Event yang pernah diikuti cukup banyak. Mulai dari MP2F sudah dua kali ikut, Dipa Event Internasional yang diadakan di Banjarmasin, Pesona Ramadhan di Taman Budaya Kalsel, hingga dikirim ke Semarang, Bali, dan daerah lainnya.

Di balik suksesnya Gangsa Swara, Iwin mulai memikirkan regenerasi. Salah satunya triknya dengan mengajak pemuda yang suka bermain musik modern. Lantas diajak kolaborasi dengan grupnya. Dari situ, ia memperlihatkan keunikan menggabungkan musik, hingga pemuda yang diajaknya ketagihan dan suka.

Selain itu, Iwin juga rutin mengajarkan siswa SMP di Kotabaru sepekan sekali untuk memperkenalkan sekaligus mengajarinya langsung. “Saya itu ingin sekali punya tempat pelatihan khusus tentang musik tradisional. Tapi, sekarang masih terkendala tempat,” ucapnya.

Menurutnya, kalau ingin melestarikan budaya carilah orang yang mau belajar. Seiring waktu berjalan pasti bisa menguasai musiknya. “Bagi saya penggabungan musik di Gangsa Swara ini sudah sangat membanggakan. Di musik tradisional ini tidak kampungan. Apalagi menjadi media promosi dalam hal budaya,” tutupnya.

Editor : Eddy Hardiyanto

Editor : Arief
#seni #musik #Seni dan Budaya