Tahulah Pian? Kuliner khas Banjar begitu beragam. Satu yang tak kalah ikonik, bilungka bakarik.
Bilungka dalam bahasa Banjar berarti mentimun, dan bakarik berarti dikeruk. Jadi bilungka bakarik adalah timun keruk.
Bilungka bakarik merupakan salah satu panganan berkuah khas suku Banjar. Selain timun, bahan utama lainnya berupa santan kelapa segar.
Pemilik rumah makan khas Banjar di Banjarmasin, Imah menuturkan bilungka bakarik menjadi salah satu kuliner Banjar yang unik dan banyak digemari. Dikatakan unik, karena pengolahannya yang sederhana. "Pembuatan bilungka bakarik sangat simpel," ungkapnya.
Bahan utama disiapkan. Mulai dari mengeruk mentimun menggunakan sendok. Kemudian olah kuah dengan memeras santan kelapa. Pastikan agar menggunakan air matang.
Kedua bahan itu dicampurkan, lalu tambahkan irisan bawang merah dan cabai rawit. "Jangan lupa garam dan gula sesuai selera. Keduanya untuk menambah cita rasa, agar gurih dan manisnya seimbang," sarannya.
Bagi sebagian orang, bilungka bakarik juga menggunakan terasi bakar. Sehingga menambah kenikmatan rasa dari kuah santan tersebut. Tapi, balik lagi sesuai selera masing-masing.
Imah mengatakan bilungka bakarik termasuk resep rumahan yang diwariskan turun-temurun oleh orang suku Banjar. Digemari karena rasanya yang segar. Apalagi untuk melengkapi lauk utama seperti ikan bakar atau ikan goreng. "Ini menu rumahan. Biasanya bertahan sekitar 3-4 jam di luaran," ujarnya.
Bilungka bakarik biasanya disajikan bersamaan dengan nasi panas dan lauk. Dengan disiramkan ke atas nasi. "Paling nikmat dimakan dengan nasi panas yang baru matang, dan juga ikan asin," tuntasnya.
Editor: Eddy Hardiyanto
Editor : Arief