Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Polder Alabio

M. Syarifuddin • Rabu, 25 Oktober 2023 | 08:33 WIB
KOKOH: Polder Alabio berada di Kabupaten Hulu Sungai Utara. | Foto: Akbar/Radar Banjarmasin
KOKOH: Polder Alabio berada di Kabupaten Hulu Sungai Utara. | Foto: Akbar/Radar Banjarmasin
Rumah Pompa Air Polder Alabio terletak di Desa Teluk Betung, Kecamatan Sungai Pandan. Jaraknya 12 kilometer dari Kota Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara. Polder ini mengaliri empat kecamatan yakni Sungai Pandan, Sungai Tabukan, Babirik, dan Danau Panggang

Polder Alabio sudah ada sejak zaman kolonial Belanda. Diperkirakan sudah dibuat sejak tahun 1933. Pada zaman pemerintah Hindia Belanda, polder ini berfungsi sebagai pengendali banjir saat musim hujan. Sementara saat kemarau panjang, fasilitas ini menjadi irigasi yang mampu mengairi lahan pertanian di empat kecamatan. Namun, polder ini hanya mampu menyediakan kebutuhan air lahan persawahan sekitar 6.000 Ha.

Pemerhati sejarah lokal Kabupaten HSU, Adiyat Gazali Rahman mengakui polder ini sudah ada sejak pemerintahan Hindia Belanda. Fungsi utamanya sebagai antisipasi banjir di wilayah distrik Amonthaij (Amuntai). Saat itu, kewedanan atau bagian wilayah administratif onderafdeeling Amuntai kerap banjir. Muncul ide membangun polder di wilayah Alabio yang saat ini masuk wilayah Kecamatan Sungai Pandan. "Karena berada di Alabio, makanya dinamai sebagai Polder Alabio," ujar Ahdiat.

Polder itu hingga kini punya peran membendung aliran sungai Negara yang membelah Kota Amuntai. "Air irigasi diambil dari Sungai Negara lewat sistem pompanisasi. Dipompa ke polder, sehingga ada kantong air jika air sungai Negara melimpah," terangnya. Polder juga pernah mendapatkan rehabilitasi pada tahun 1970, sebelum perbaikan selanjutnya di tahun 2010 lalu.

Kepala Dinas PUPR HSU, Amos Silitonga mengatakan dalam arti teknis polder merupakan salah satu sistem tata saluran pembuangan pada rawa dengan sistem tertutup. Kebetulan Kabupaten HSU memiliki infrastruktur yang sudah ada sejak Belanda tersebut. Bahkan satunya-satunya di Provinsi Kalimantan Selatan.

Menurut Amos, Polder Alabio ini awalnya merupakan irigasi rawa dan lahan gambut yang mengadopsi sistem sedot dan buang. "Musim hujan air disedot, lantas dibuang untuk melindungi lahan pertanian dari ancaman banjir. Sementara saat kemarau, polder mengairi lahan pertanian," terangnya, Selasa (24/10).

Polder Alabio pernah mengalami upgrade infrastruktur dimulai pada 2009 sampai dengan 2012 lalu, baik untuk aliran irigasi sampai rumah pompa. Peremajaan dan peningkatan fasilitas polder berupa mesin pompa dan perbaikan pintu air dan irigasi.

Supaya saat kemarau panjang, aktivitas pertanian bisa panen selama dua kali dalam setahun. "Sistem polder ini dikontrol sepenuhnya oleh operator rumah pompa pengendalian air, disesuaikan kebutuhannya untuk irigasi maupun pengendalian banjir," jelasnya.

Selain pertanian, debit air polder ini dimanfaatkan juga sebagai air baku untuk peternakan itik pedaging dan petelur (itik Alabio) di sekitar polder.(mar/gr/dye) Editor : Arief
#Infrastruktur