Apam merupakan salah satu jenis kue tradisional yang ada di Banua. Apam peranggi sendiri adalah sub jenisnya.
Jika apam barabai atau sejenisnya berwarna kecokelatan, apam peranggi tampil lebih kontras. Warnanya putih, bentuknya bundar dan tebal.
Apam peranggi berbahan dasar tepung beras. Tekstur kue ini padat dan mengenyangkan.
Salah seorang pembuat apam peranggi asal Banjarmasin, Maryani (40) membeberkan apam peranggi lebih nikmat jika menggunakan tepung beras yang ditumbuk sendiri, alias bukan yang instan. “Cita rasanya lebih khas. Teksturnya pun lebih padat, tapi tidak bantat,” bandingnya.
Cita rasa khasnya juga datang dari tapai singkong yang dihaluskan. Ini menimbulkan aroma yang wangi saat kue ini dibakar. “Jangan lupa santan kental, akan lebih nikmat jika menggunakan santan kelapa yang diperas sendiri,” saran Maryani.
Adonan ini juga menggunakan gula putih, telur, dan ragi. Selain manis, apam peranggi juga mengembang saat dimasak. Membuat tekstur kuenya berongga-rongga saat dibelah.
Satu lagi kunci kenikmatan apam peranggi. Meski ini kue manis, garam tak boleh dilupakan. Fungsinya untuk menetral rasa agar tak sekadar legit, tapi ada gurih-gurihnya.
“Tambahkan secukupnya sambil cek-ricek rasa,” ujarnya.
Kue ini dimasak pada loyang bundar kecil berisi enam lubang. Loyang yang sama digunakan untuk memasak roti pisang atau biska, kue tradisional Banjar lainnya.
“Waktunya memasaknya menyesuaikan. Apabila bagian atas adonan tampak mengering atau pecah artinya sudah matang,” beber Maryani.
Apam peranggi masih eksis hingga kini. Sering dijumpai pada kedai-kedai kue tradisional yang buka sejak subuh hingga siang hari. Harga jual kue ini terjangkau. Satunya berkisar antara Rp1.000-Rp2.000. “Apam peranggi paling nikmat dikonsumsi saat sarapan, bersaman kopi atau teh panas,” pungkasnya.
Di sisi lain, kue yang sama juga populer di Sulawesi. Diberi nama bolu atau apang peranggi. Menggunakan bahan utama yang serupa, yakni tepung beras dan tapai sebagai pengembang.
Perbedaannya, apang peranggi Sulawesi identik dengan warna kecokelatan. Karena menggunakan pemanis dari gula aren. Dikutip dari berbagai artikel kuliner, apang peranggi termasuk camilan populer di sana.
Kue ini juga merupakan jejak peninggalan Portugis di kawasan tersebut. Bolu peranggi berasal dari kosa kata Portugis "bolo" yang berarti kue. Sedangkan "Peranggi" adalah sebutan orang Sulawesi untuk Portugis.(tia/gr/dye) Editor : Arief