Anggrek tersebut ditemukan di Kabupaten Tanah Laut, menjadi anggrek kebanggaan orang Pelaihari.
Menjadi ikon daerah, anggrek ini ditangkarkan di belakang Taman Orchid Pelaihari yang berada di Jalan Hutan Kota.
Anggrek Pelaihari merupakan jenis anggrek bulan yang paling populer dan banyak dijadikan bibit utama untuk silangan anggrek bulan dunia.
Cirinya adalah daun yang berukuran besar, tumbuh di kiri dan kanan batang dengan jumlah lima sampai delapan helai.
Ciri lainnya adalah memiliki tangkai bunga menjuntai panjang, mencapai 30-80 sentimeter. Terkadang anggrek ini juga memiliki beberapa cabang dengan ditumbuhi beberapa bunga berwarna putih, serta labellum berwarna kuning bertotol cokelat.
Yang spektakuler, jumlah bunganya bisa mencapai lima sampai 50 kuntum!
"Anggrek ini dapat ditemukan di kawasan Pegunungan Meratus, khususnya di Gunung Birah dan Bajuin," ungkap salah satu pecinta anggrek, Maria kepada Radar Banjarmasin.
Dikatakannya, saat ini sudah sulit menemukan anggrek ini tumbuh secara alami akibat lingkungan yang mulai rusak.
Menurutnya spesies ini memiliki perbedaan pada bentuk labellum-nya, yakni memiliki panjang bagai kumis melingkar dan berwarna kuning bertotol cokelat.
"Ciri khas lainnya adalah jumlah bunga yang bisa mencapai 50 lebih per tangkai," katanya.
Sekedar diketahui pada 1993, melalui Keputusan Presiden RI Nomor 4, ditetapkan sebagai bunga nasional dengan sebutan "Puspa Pesona". Lalu pada 2009, Menteri Pertanian menetapkan anggrek ini sebagai indukan silangan unggul nasional.
Oleh karena itu, Maria pun berpesan agar masyarakat Tala menjaga kelestarian anggrek ini. Jangan sampai anggrek kebanggaan ini punah.
"Kita mempunyai kewajiban untuk melestarikannya dengan menjaga lingkungan di Bumi Tuntung Pandang," pungkasnya. (sal/gr/fud) Editor : Arief