Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Tugu Balangan: Mengingat Lagi Sejarah Pemekaran

M. Syarifuddin • Rabu, 14 Juni 2023 | 12:11 WIB
MONUMEN: Tugu Perjuangan Balangan ini berada di Paringin Selatan, Kabupaten Balangan. | FOTO: M RIFANI/RADAR BANJARMASIN 
MONUMEN: Tugu Perjuangan Balangan ini berada di Paringin Selatan, Kabupaten Balangan. | FOTO: M RIFANI/RADAR BANJARMASIN 
LANDMARK yang satu ini begitu ikonik di mata masyarakat Kabupaten Balangan.
Pengendara yang melintas di depannya, pasti melihatnya. Karena tugu yang berlokasi di Paringin Selatan ini begitu kontras dengan warna putih dan cokelat tembaga.

Nama resminya adalah Tugu Monumen Perjuangan Balangan. Namun, banyak yang lebih nyaman menyebutnya sebagai Tugu Panitia Pembentukan Kabupaten Balangan (PPKB).

Secara historis, tugu ini dibangun pada 2017 lalu. Saat itu, Pemkab Balangan merogoh anggaran kurang lebih Rp750 juta untuk proyek tugu ini.

Sesuai namanya, relief dari tugu ini mengacu pada sejarah kelahiran kabupaten ini.
Balangan lahir pada 25 Februari 2003. Dua dekade yang lewat. Sebelum memekarkan diri, Balangan masuk dalam wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU).

Kembali ke tugu, tiangnya menjulang dan meruncing, di pucuknya ada bintang. Sisi luar tiang dihiasi oleh rangkaian pita.

Bagian bawah, menjadi bagian terpenting dari tugu ini, merupakan relief yang disinggung di atas.

Menurut perancang tugu, Husin, latar belakang desainnya adalah untuk mengingatkan sejarah perjuangan pemekaran kabupaten.

Husin juga seorang tokoh yang terlibat dalam PPKB. "Ada berbagai unsur dan pesan dalam relief itu. Utamanya adalah cerita bagaimana perjuangan untuk membentuk Kabupaten Balangan oleh tim PPKB atau para pendirinya," kata Husin.

Dibangun selama 120 hari kerja, bagian relief juga memuat ornamen berupa ukiran khas Suku Dayak.



Tak kalah menonjol, sebuah tangan mengepal keluar. Simbol dari semangat juang para pendiri kabupaten.

"Tangan mengepal juga bermakna solidaritas dan kekompakan seluruh elemen masyarakat untuk Balangan," katanya.

Jika diamati secara teliti, pada bagian paling bawah di monumen ini terukir nama-nama para pendiri. Semua nama diukir tanpa terkecuali, baik yang sudah berpulang maupun yang masih hidup.

Husin bercita-cita, monumen ini bisa menjadi pengingat untuk generasi penerus Balangan.
"Tentu dapat menjadi pengingat kepada semua warga dan juga generasi muda kita bahwa Balangan itu punya sejarah seperti ini," pungkasnya.

Di kawasan sekitar tugu ini, kerap terlihat pengunjung yang sedang bersantai atau berswafoto. (rvn/gr/fud) Editor : Arief
#Bangunan Bersejarah #Tahulah Pian