Letaknya di Jalan Ahmad Yani. Masuk ke arah Kelurahan Bitahan Kecamatan Lokpaikat. Jaraknya sekitar tiga kilometer dari pusat Rantau.
Lahan tempat kantor ini berdiri, dulunya ternyata disiapkan pemda untuk permakaman muslimin. Bukan untuk kantor PU.
Kisah tentang rencana kuburan itu didengar Kadis PUPR Tapin, Yustan Azidin dari para seniornya. "Di sini dulu cuma tanah lapang. Mungkin sekitar awal 1990-an," tuturnya kepada Radar Banjarmasin.
Namun, karena kebutuhan untuk memarkir dan menyimpan alat-alat berat bantuan dari pemerintah pusat, tanah ini kemudian dipakai untuk workshop.
"Saya masuk ke PU tahun 1996. Bangunan di sini sudah berbentuk workshop alat berat," ingatnya. "Sekaligus kantor PU," tambahnya.
Pada awal 2000-an, pemkab mulai gencar membangun perkantoran sekretariat daerahnya.
"Jadi saat kantor-kantor lain mulai pindah, kami tidak. Karena sayang dengan lokasi ini," ujarnya.
Jumlah pegawainya semakin bertambah, mengikuti kebutuhan, di sini kemudian ditambah bangunan-bangunan lain. Seperti musala dan aula pertemuan.
"Untuk musala juga bisa dimanfaatkan masyarakat sekitar," ujarnya.
Kantor PU ini mudah dikenali. Di depan kantor, ada tugu berupa mobil stum. Itu bukan miniatur, tapi stum asli. "Stum itu tidak terpakai lagi, jadi kami jadikan ikon saja," pungkasnya. (dly/gr/fud) Editor : Arief