Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Dihantam Godam pun Tak Retak, Inilah Balai Kota Banjarbaru

M. Syarifuddin • Kamis, 25 Mei 2023 | 11:01 WIB
HITAM PUTIH: Potret lama Balai Kota Banjarbaru di seberang Lapangan Murjani. Gedung ini mulai dibangun tahun 1956. | FOTO: DISPERSIP BJB FOR RADAR BANJARMASIN 
HITAM PUTIH: Potret lama Balai Kota Banjarbaru di seberang Lapangan Murjani. Gedung ini mulai dibangun tahun 1956. | FOTO: DISPERSIP BJB FOR RADAR BANJARMASIN 
SIAPA yang tak mengenal Balai Kota Banjarbaru? Bangunan tua itu merupakan ikon dari Kota Idaman.

Melihat arsitekturnya, kita akan teringat dengan suasana Kota Tua di Batavia alias Jakarta.

Mengacu catatan sejarah, Balai Kota itu mulai dibangun tahun 1956. Didesain oleh Van der Pijl (1901-1974).

Dalam pembangunannya, Van der Pijl menggandeng seorang pemborong (kontraktor) bernama Raden Pandji Soeparto--diabadikan menjadi nama salah satu jalan di samping Balai Kota.

Anak angkat Van der Pijl, Rico Hasyim menceritakan, Balai Kota ini awalnya dirancang untuk kantor pemerintahan Provinsi Kalimantan, menggantikan kantor di Banjarmasin.

"Awalnya dibangun sebagai Kantor Gubernur Kalimantan. Saat itu, harusnya pusatnya di sini," ujarnya.

Ia menceritakan, Gubernur Kalimantan dr Murdjani mengusulkan agar pusat pemerintahan dipindahkan dari Banjarmasin ke Banjarbaru.

Jadi bila ibu kota Provinsi Kalsel sekarang berada di Banjarbaru, maka pemindahan itu bukan hal yang ahistoris.

Pada 1950, usulan Gubernur Murjani disetujui oleh Presiden Soekarno. Setelah itu, diletakkan batu pertama gedung Balai Kota oleh Gubernur Wilono pada 31 Maret 1956.

Menurut Rico, desain Van der Pijl sangat mengutamakan kualitas bangunan, bukan sekadar keindahan. Sehingga Balai Kota ini memiliki konstruksi yang kokoh.



Pernah suatu ketika, Van der Pijl menguji ketahanan bangunan dengan cara memukulkan palu godam ke pondasi bangunan.

"Kuat sekali. Retak saja tidak," kata Rico.

Tentu saja, puluhan tahun berlalu, ada yang berubah. Menurut Rico, aula lama tak seluas yang sekarang.

Posisi ruang kerja gubernur juga berada agak ke belakang, kini menjadi ruang kerja sekretaris daerah.

Meski mengandalkan material beton, pada mulanya, masih bisa ditemui konstruksi dari kayu di bagian penyekat antar ruangan di dalam Balai Kota.

Balai Kota Banjarbaru juga menjadi bangunan besar pertama di Kalimantan yang memiliki rubanah (ruang bawah tanah). (zkr/gr/fud) Editor : Arief
#Bangunan Bersejarah #Balai Kota