Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Festival Ketupat Belamak dari Desa Seribu Bunga

M. Syarifuddin • Kamis, 18 Mei 2023 | 10:56 WIB
ARAK KETUPAT: Setiap 23 Januari, warga Desa Al-Kautsar menggelar Festival Ketupat Belamak. | FOTO: DESA AL-KAUTSAR
ARAK KETUPAT: Setiap 23 Januari, warga Desa Al-Kautsar menggelar Festival Ketupat Belamak. | FOTO: DESA AL-KAUTSAR
IRING-iringan mobil pikap yang dihias ketupat ramai melintasi jalan poros Trans Kalimantan di Desa Al-Kautsar, Kecamatan Satui Kabupaten Tanah Bumbu pada 23 Januari 2023 lalu.

Warga yang mengikuti festival itu mengenakan pakaian adat daerah.

Tahulah Pian? Pada hari itu, warga Al-Kautsar sedang menyemarakkan hari jadi desa dengan Festival Ketupat Belamak.

Kepala Desa Al-Kautsar, Daswadji mengatakan, festival ini sudah ada sejak Al-Kautsar menjadi desa definitif pada 2008 silam.

Artinya, desa yang mengambil namanya dari surah pendek dalam juz 30 Al-Quran itu sudah berumur 15 tahun.

"Festival ini adalah hajat warga Desa Al-Kautsar," katanya kepada Radar Banjarmasin, Selasa (16/5).

Sejak saat itu, menjelang hari jadi desa, warga bersemangat menyiapkan Festival Ketupat Belamak. "Digelar secara swadaya," tambahnya.



Setelah arak-arakan ketupat selesai, acara dilanjutkan dengan membaca doa dan makan bersama.

Kendati dinamakan Festival Ketupat Belamak (khas Banjar), nasi tumpeng ala Jawa juga hidangkan dalam festival ini. Dikatakannya, sajian nasi kerucut ini memang hadir belakangan.

"Karena kultur warga Al-Kautsar yang heterogen, jadi ada kolaborasi budaya," jelas Daswadji.

Menariknya, jumlah nasi tumpeng akan disesuaikan dengan bilangan usia desa. "Misal umur desa sepuluh tahun, berarti ada sepuluh buah tumpeng," ujarnya.

Agar semakin ramai, festival juga dilombakan per rukun tetangga (RT) di Desa Al-Kautsar. "Jadi, semakin kreatif dan menarik itu yang menang," tuntasnya.

Selain itu, dalam rentetan acaranya juga diisi ziarah ke makam pendiri Desa Al-Kautsar, Habib Shaleh Al-Iderus. Tradisi ziarah ini sudah seperti pakem bagi warga dan santri yang tinggal di desa berjuluk Seribu Bunga itu. (dza/gr/fud) Editor : Arief
#Budaya