Lokasinya di Kecamatan Tapin Selatan, tepat samping Polsek Tapin Selatan.
Ponpes ini berdiri tahun 1967. Didirikan oleh putra asli Desa Tambarangan. Namanya Haji Baderi.
Noor Ipansyah, pengajar di sana menceritakan pada tahun 60-an itu awalnya bukan pondok pesantren. Tetapi hanya berupa madrasah ibtidaiyah.
"Jadi setelah Tuan Guru Haji Baderi belajar menuntut ilmu agama di luar selama 15 tahun, ia kembali ke Tambarangan," tuturnya kepada Radar Banjarmasin.
Saat pulang, ia prihatin dengan kehidupan masyarakat sekitar yang kian jauh dari nilai-nilai agama Islam. "Beliau lalu berdakwah dari rumah ke rumah," ujarnya.
Dakwah Haji Baderi disambut baik. Atas gagasan masyarakat, dikehendaki ada tempat khusus untuk pembelajaran keagamaan.
"Sebagai langkah awal, beliau membentuk majelis taklim di rumah beliau," kisahnya.
Majelis itu menjadi ramai. Bahkan banyak orang tua yang membawa anak-anaknya untuk belajar di sana.
"Majelis itu ternyata sangat maju, rumah beliau tidak bisa menampung banyaknya jemaah," tambahnya.
Hingga berdirilah madrasah ibtidaiyah tersebut. "Berkat dukungan dan kehendak masyarakat, di tempat sekarang yang merupakan tanah beliau, berdirilah bangunan sederhana berukuran 8x8 meter,” bebernya.
Tanah itu kemudian diwakafkan untuk pengembangan pondok pesantren. Baru pada Oktober 1985 diberi nama Assunniyyah Tambarangan.
"Diambil dari nama Ponpes Assunniyyah di Kencong, Jember, Jawa Timur," jelasnya.
Karena pengasuh ponpes saat itu, yakni Kiai Haji Imansyah Amir merupakan alumni Jember.
Nama Assunniyyah berarti orang yang mempertahankan iktikad Ahlu Sunnah wal Jamaah.
"Sempat mengalami pasang surut, namun alhamdulillah sekarang ponpes ini berkembang pesat," pungkasnya. (dly/gr/fud) Editor : Arief