Oleh: ENDANG S, Banjarmasin
KUE lam diolah dari bahan-bahan yang mudah diperoleh. Seperti telur bebek, gula, margarin cair, susu kental manis, dan tepung terigu.
Beberapa referensi menyebut kue lam merupakan wadai khas Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Tentu untuk mendapatkannya Anda tak mesti jauh-jauh ke Barabai.
Radar Banjarmasin merekomendasikan Rins Kue Lam di Kompleks Persada Raya, Sungai Lulut, Banjarmasin Timur.
Selama Ramadan kemarin, usaha kue milik Rinawati itu tak pernah sepi pesanan.
Menjelang Idulfitri, banyak yang memesan untuk dijadikan buah tangan. "Kalau bulan puasa, memang pesanan meningkat," kata ibu dua anak itu.
Rina hanya menjual kue lam saja, tidak ada wadai yang lain. Yang menarik, Rina tak memanggang menggunakan oven atau kompor. Rina menggunakan tungku yang telah dipanaskan.
Masih bingung? Begini, tungku yang telah dibakar di atas dapur tradisional, diletakkan di atas loyang yang berisi adonan kue. Panas dari tungku itu rupanya sudah cukup.
Karena kue ini terdiri dari belasan lapisan, tentu cara membakarnya tak bisa sekaligus. Harus sabar, lapis demi lapis. Memang agak ribet, tapi teknik ini memberikan cita rasa berbeda.
"Makanya saya punya tungku banyak. Kalau panasnya sudah berkurang, ganti lagi dengan tungku lain. Begitu terus sampai lapisan adonannya matang," jelasnya.
Bayangkan, untuk setiap loyang setidaknya ada 17 lapisan! Maka untuk membuat seloyang kue lam, Rina memerlukan waktu dua sampai tiga jam.
Karena waktu memanggangnya lama, penulis yang sudah tak sabaran, ditunjukkan kue lam yang sudah matang.
Oh, aromanya memang beda. Wanginya memenuhi seisi ruangan. "Harus coba. Rasanya tak terlalu manis, tapi legitnya tetap terasa," ujarnya.
Salah seorang pelanggan, Dina mengaku sudah tiga tahun rutin memesan kue lam ke Rina. "Sudah langganan, rencananya mau dibawa ke Jawa," ucapnya.
Soal harga, menurutnya masih wajar. Di tengah kenaikan harga pangan, kue lam dijual Rp160 ribu per loyang.
"Keluarga saya memang suka. Hitung-hitung sebagai pengobat rindu kampung halaman," tutupnya. (gr/fud) Editor : Arief