Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Dioles Madu, Dibakar, Dicocol Sambal Mangga

M. Syarifuddin • Jumat, 14 April 2023 | 11:53 WIB
Sambal Matah
Sambal Matah
Amuntai terkenal dengan itik panggangnya. Di luar itu, ada bakar-bakaran madu dan sambal mangga yang tak kalah lezatnya.

Oleh: MUHAMMAD AKBAR, Amuntai


AYAM bakar madu sambal mangga menjadi salah satu kuliner yang paling diburu warga Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) untuk berbuka puasa.

Jika Anda bosan dengan ayam, bisa memesan ikan atau itik.

Radar Banjarmasin merekomendasikan Kedai Rempah di Jalan Saberan Effendi Kecamatan Amuntai Tengah.

Selama Ramadan, kedai ini nyaris tak pernah sepi.

Pengelola kedai, Sulai mengaku ketiban berkah Ramadan. "Alhamdulillah, permintaan meningkat. Sampai ratusan pesanan dalam sehari," ujarnya.

Menu andalan kedai ini adalah ayam bakar madu sambal mangga.

Cara membuatnya, seekor ayam dipotong menjadi empat bagian. Lalu dimasak dengan bumbu ungkep.

Setelah itu didiamkan, tinggal digoreng atau dibakar, sesuai selera pembeli.

Berikutnya, mengolah sambalnya. "Sambal matah. Cabai rawit merah, bawang putih dan merah, dikasih garam dan diulek. Tidak diblender. Selanjutnya disiram minyak panas untuk memberikan rasa matang," kisahnya.

Sudah selesai? Belum. Mangga muda yang diiris kecil-kecil dimasukkan ke dalam sambal. Potongan mangga ini memberikan rasa asam dan segar.

Khusus untuk pemesan ayam goreng, diberi taburan bumbu rempah. Terbuat dari potongan lengkuas yang dihaluskan, dicampur bumbu rahasia kedai.

"Ayam, itik dan ikan goreng mendapat taburan bumbu rempah," tukasnya.

Salah seorang pelanggan Kedai Rempah adalah Usuf. "Sudah dua tahun lebih langganan di sini. Selalu beli di sini, makan di tempat ataupun bungkusan," kata warga Amuntai itu.

Selain rasa, Usuf juga menyebut harga per porsinya terbilang wajar. Tak semahal yang dikira.

"Dulu Rp13 ribu. Lalu naik menjadi Rp15 ribu. Sekarang sudah Rp17 ribu per porsi. Masih ramah kantong," ujarnya. (gr/fud) Editor : Arief
#Kuliner Ramadan #Kuliner