Oleh: SALAHUDIN, Kandangan
ES lahang adalah minuman tradisional yang terbuat dari air nira murni. Dikemas dalam gelas plastik, lalu dibekukan dalam kulkas.
Minuman segar ini banyak dijual pedagang yang mangkal di kawasan Bundaran Hamalau, Kecamatan Sungai Raya.
Salah seorang pedagang es lahang, Muhammad Siman mengaku sudah bertahun-tahun menjualnya.
"Jualan sejak zaman sebelum covid. Dari ikut orang, sampai sekarang berjualan sendiri," kata pria 33 tahun itu.
Ada dua varian rasa es lahang, orisinal dan jahe. "Satu cup-nya dijual Rp5 ribu, sama saja harganya apapun rasanya," tambah warga Kandangan itu.
Diakuinya, penjualannya selama bulan puasa ini meningkat. "Bulan puasa bisa sampai 50 cup sehari," sebutnya.
Cara pembuatannya mudah. Di desanya, Siman membeli air nira seharga Rp3 ribu per liter.
Air nira itu kemudian ditapis atau disaring dengan kain. Bersih dari ampas, baru dibekukan.
"Tidak ada resep khusus. Tidak ada campuran. Manis tidak manis, tergantung lahangnya," tuturnya.
Tingkat kemanisannya tergantung dari usia lahang yang diperas. "Kalau lahangnya anum (muda), terasa manis. Tapi jika tuha (tua), agak sedikit hambar," jelasnya.
Beberapa referensi menyebutkan manfaat kesehatan dari meminum air lahang. Bagus untuk kesehatan ginjal, menurunkan darah tinggi, hingga mengatasi keluhan susah buang air kecil.
Salah seorang pembeli, Aldi mengaku membeli es lahang untuk berbuka ketika cuaca sedang terik-teriknya.
"Kalau harinya panas, bisa sampai beli lima gelas. Buat memenuhi dahaga setelah seharian berpuasa," ujar warga Kandangan ini.
Karyawan swasta ini mengaku sudah menggemari es lahang sejak kecil. "Sejak masih SD," ujarnya. (gr/fud) Editor : Arief