Oleh: MUHAMMAD RIFANI, Paringin
DI TENGAH gempuran sirop merek nasional, di Kabupaten Balangan, ada sirop lokal yang tak kalah kondang.
Apalagi selama bulan Ramadan, selalu diburu. Namanya adalah Sirop Batu Mandi.
Sesuai namanya, sirop merah botolan ini berasal dari Desa Batu Mandi di Kecamatan Batu Mandi.
Agar terdengar lebih kekinian, sirop ini kerap disingkat menjadi Sirbam.
Bukan hanya masyarakat Balangan, pembeli dari kabupaten tetangga juga kerap memesannya.
Sebenarnya, Sirbam sudah lama eksis. Sekarang, nyaris di depan semua rumah warga Desa Batu Mandi ada lapak yang menjual sirop ini.
Satu botol berukuran 600 mililiter dijual 23 ribu rupiah.
Sirbam bisa dinikmati secara konvesional, dikasih air dan es batu. Bisa pula menjadi pelengkap minuman lain, contoh es buah.
Kamarullah, 66 tahun, adalah generasi kedua pembuat Sirop Batu Mandi.
Diceritakan Kamarullah, sirop ini sudah mulai diproduksi sejak tahun 1960-an.
"Sejak zaman ayah saya, sekitar tahun 60-an. Tapi saat itu hanya dipasarkan di sini saja, dijual dari warung ke warung. Kala itu belum pakai merek dan dikemas," kata warga asli Desa Batu Mandi ini.
Di masa dulu, sirop ini menjadi teman setia roti hambar (tawar).
"Malah saya dengar sirop ini sudah sampai ke Jakarta. Ada yang mencampurnya dengan kue bahkan kopi," kisahnya.
Sirbam bertahan dengan satu varian rasa. Tidak ada warna atau rasa lain. Tapi rasa orisinal ini rupanya sudah cukup untuk memuaskan pelanggan.
Lantas apa yang membuat sirop ini spesial? Dijawabnya, cara pengolahan sirop ini tidak pernah berubah.
"Kami mengolahnya secara tradisional, masih pakai kayu bakar dan itu butuh waktu seharian semalam. Setiap takaran bahannya juga sangat dijaga, sesuai resep warisan agar tak mengubah cita rasanya," ceritanya.
Dibocorkannya, salah satu bahan yang vital dari Sirbam adalah takaran vanilinya. "Agar aromanya harum dan rasa orisinalnya terjaga," tegasnya.
Selama bulan puasa, Kamarullah kebanjiran order. Berpuluh kali lipat dari bulan biasa. "Ada yang memborong buat warungnya. Alhamdulillah," pungkasnya. (gr/fud) Editor : Arief