Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Amparan Tatak: Favorit Para Orang Tua

M. Syarifuddin • Rabu, 29 Maret 2023 | 09:34 WIB
Amparan Tatak
Amparan Tatak
Kue lembut nan gurih ini sudah melegenda, namanya amparan tatak pisang. Ia telah menjadi jualan wajib di pasar wadai di daerah mana pun.

Oleh: MAULANA, Marabahan


DI LUAR bulan puasa, Puput dan kakaknya berjualan randang dan karuang, keduanya bubur khas Kalimantan Selatan.

Tapi selama bulan Ramadan, dari lapaknya di Handil Bakti, Kabupaten Barito Kuala, perempuan 35 tahun itu menjual amparan tatak pisang.

"Dagang wadai begini pas bulan puasa saja," ujarnya kepada Radar Banjarmasin.

Kuenya olahan sendiri, resep asli keluarga. "Sudah sejak zaman orang tua berdagang wadai. Resepnya juga peninggalan orang tua," tambahnya.

Menurutnya, amparan tatak pisang termasuk wadai yang paling banyak dicari untuk teman berbuka puasa.

"Tapi yang membelinya kebanyakan orang dewasa, mereka yang sudah berumur. Kalau remaja atau anak-anak, saya kira sedikit peminatnya," ujarnya.

Perihal resep, sebenarnya tidak ada yang rahasia. Bahan dasarnya adalah tepung beras, santan, gula, dan tentu saja pisang raja.

Soalnya adalah bagaimana memasaknya agar lembut dan kenyal. Tidak terlalu keras, tapi juga tidak kelewat mudah hancur.

"Kalau cara memasaknya, saya kira sama saja. Tinggal bagaimana komposisinya," tegas Puput.

Dari luar, wadai ini tampil sederhana, dominan warna putih. Diletakkan di dalam loyang bulat, kemudian ditatak-tatak (dipotong-potong). Disajikan di atas daun pisang.

Dari samping, baru terlihat warna lain--warna kuning pisang manis yang menggoda.
Nama amparan tatak pisang pun sebenarnya diambil dari cara penyajiannya, hamparan yang ditatak. (gr/fud) Editor : Arief
#Kuliner Ramadan