Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Lokasi Pertama Transmigrasi di Tala

M. Syarifuddin • Kamis, 22 Desember 2022 | 09:05 WIB
KANTOR PAMBAKAL: Kantor Kepala Desa Gunung Makmur di Kecamatan Takisung Kabupaten Tanah Laut. | FOTO: NORSALIM YAHYA/RADAR BANJARMASIN 
KANTOR PAMBAKAL: Kantor Kepala Desa Gunung Makmur di Kecamatan Takisung Kabupaten Tanah Laut. | FOTO: NORSALIM YAHYA/RADAR BANJARMASIN 
TANAH Laut (Tala) merupakan salah satu daerah di Kalimantan Selatan yang menjadi tujuan program transmigrasi pada era Presiden Soekarno.

Tujuannya untuk pemerataan penyebaran penduduk. Agar tak menumpuk di Jawa saja.
Kedatangan gelombang transmigran dimulai tahun 1953. Mereka tiba di Takisung, tepatnya di Desa Gunung Gundul (sekarang Desa Gunung Makmur).

Waktu itu mereka yang datang berjumlah 742 keluarga atau 2.595 jiwa.

Selain di Gunung Gundul, para transmigran juga menempati Sumber Makmur, Telaga Langsat, dan Banua Tengah. Sekarang, semua lokasi yang disebut itu sudah menjadi desa di Kecamatan Takisung.

Radar Banjarmasin menggali cerita dari Kepala Desa Gunung Makmur, Norrahmat. Kebetulan kakek dan neneknya termasuk rombongan awal transmigran tersebut.

Diceritakannya, kakeknya berasal dari daerah Tulungagung, sedangkan neneknya berasal dari Kediri. Keduanya sama-sama asli Jawa Timur.

"Dari cerita beliau, di sini (Gunung Makmur) dulunya sebuah hutan. Saat itu begitu sulit membuka lahan pertanian," tuturnya kemarin (21/12).

Demi bertahan hidup, warga transmigran menanam singkong.

"Seiring waktu, akhirnya bisa menanam jagung, cengkeh, dan buah-buahan seperti mangga dan rambutan. Walaupun masih terbatas," ungkapnya.

Perihal jalan raya di sekililing perempatan Gunung Makmur, dulunya juga hanya hutan belantara. "Dulu hanya hutan sekarang menjadi ramai," ujarnya.

Berdasarkan data dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), penempatan transmigran di Tala ada 30 lokasi.

Pertama tahun 1953 di Takisung dan terakhir tahun 2008 di Sungai Pinang, Kecamatan Tambang Ulang.

Jika ditotal, jumlah peserta program transmigrasi itu mencapai 12.468 keluarga atau 49.879 jiwa.

"Mereka yang bertransmigrasi ke Tala berasal dari Pulau Jawa dan Bali," ungkap Kepala Dinas PMD Tala, Bambang Kusudarisman.

"Dari 30 lokasi yang dijadikan penempatan transmigrasi, saat ini semuanya sudah menjadi desa definitif," pungkasnya. (sal/gr/fud) Editor : Arief
#Tanah Laut #Tahulah Pian